Mar 23, 2020 10:33 Asia/Jakarta
  • Pemuda dan Corona
    Pemuda dan Corona

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hari Sabtu (21/03/2020) mengirim pesan kepada anak-anak muda di seluruh dunia tentang bahaya virus corona baru, COVID-19. Dia memperingatkan bahwa anak-anak muda tidak kebal terhadap virus tersebut.

Menurutnya, para pejabat kesehatan di seluruh dunia terus belajar tentang virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Dia mengatakan orang dengan usia yang lebih tua adalah yang paling terpukul oleh serangan virus ini, tetapi anak-anak muda juga tidak selamat.

Menurutnya, data dari banyak negara menunjukkan orang berusia 50 tahun ke bawah merupakan "proporsi yang signifikan" dari pasien yang membutuhkan rawat inap.

"Hari ini saya punya pesan untuk kaum muda; Anda bukan tak terkalahkan (kebal)," kata Tedros.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

“Virus ini bisa membuat Anda masuk rumah sakit selama berminggu-minggu atau bahkan membunuh Anda. Bahkan jika Anda tidak sakit, pilihan yang Anda ambil tentang ke mana Anda pergi bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati untuk orang lain," lanjutnya.

Sementara Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto hari Sabtu mengatakan, "Anak muda bisa terkena virus Corona dan tanpa gejala. Ini yang membuat faktor cepat penyebaran penyakit. Sebab, seseorang terkena tanpa gejala dan tidak isolasi diri. Ini problem yang mendasar sehingga sebarannya cepat.”

Tak hanya itu saja, Yurianto mengingatkan, bahwa temuan data pemerintah dan global tidak membuat kelompok muda menjadi lengah dan banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Karena bisa saja, kelompok muda ini menjadi pengantar virus menuju rumahnya.

Oleh karena itu, Yuri mengimbau agar anak muda tetap melakukan social distancing alias jaga jarak. Dia mengingatkan agar anak muda jangan sok gagah dan akhirnya abai dengan bahaya Corona ini.

"Tadi sudah dibicarakan social distancing dan pada variabel orang muda. Jangan kemudian sok gagah-gagahan. Meskipun tubuhnya kuat, tapi dia juga bisa menularkan ke orang tua. Buat dia sih nggak ada masalah, tapi buat orang tua yang menjadi masalah," ungkap Yuri.

Hal senada disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI menyebut anak muda justru bisa menjadi pembawa virus Corona.

"Itu yang menjadi kesulitan kita pada saat kemudian penyebaran ini sampai di mana. Yang sangat membantu untuk bisa mengurangi kontak supaya tidak menjadi asymptomatic carrier (pembawa gejala) menjadi asymptomatic carrier tetapi tidak menular ke orang lain, ya stay at home, jaga jarak, adalah upaya tidak banyak kontak dengan komunitas, dengan orang lain dalam waktu tertentu," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi.

Adib mengatakan anak usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik ketimbang orang tua. Adib mengungkapkan hal inilah yang menjadi kesulitan untuk melacak penyebaran virus corona.

"Jadi dia carrier karena bisa menjadi menyebarkan virus, tetapi dia sendiri nggak ada gejala. karena apa? Daya tahan tubuhnya bagus dan tidak sampai menimbulkan gejala," ujar Adib.

Tags

Komentar