Mar 25, 2020 14:48 Asia/Jakarta
  • Tumpukan barang Alat Pelindung Diri (APD).
    Tumpukan barang Alat Pelindung Diri (APD).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi ikut menanggapi soal temuan kardus Alat Pelindung Diri (APD) yang bertuliskan 'Made in Indonesia' atau dibuat di Indonesia. Ia mengungkapkan kemungkinan barang itu memang awalnya berasal dari Tanah Air.

Tulus menjelaskan, saat virus corona atau Covid-19 di Cina mulai merebak, pemerintah disebutnya bisa saja memutuskan menjual APD ke negeri tirai bambu itu. Tujuannya untuk membantu Cina karena kondisinya membutuhkan APD dalam jumlah banyak.

"Bisa saja terjadi seperti itu. APD itu buatan Indonesia. Saat lagi (corona) booming di Wuhan, Indonesia mengekspor ke Cina," ujar Tulus, Rabu (25/3/2020) seperti dilansir situs suara.com.

Namun sekarang kondisinya terbalik. Cina yang kondisinya sudah lebih kondusif akhirnya tidak menggunakan semua APD dari Indonesia. Karena Indonesia lebih membutuhkannya untuk sekarang, Cina mengembalikan atau menjual balik ke Indonesia.

"Mereka sekarang sudah reda dan kebalikan Indonesia lagi booming. (APD) dikembalikan/dijual kembali Indonesia," katanya lagi.

Jika memang benar, Tulus lantas menyesali tindakan Indonesia itu. Menurutnya, pemerintah harus bisa membaca situasi sebelum mengirimkan bantuan alat medis.

Meski saat itu belum merebak seperti sekarang, Indonesia disebutnya memiliki potensi tinggi dimasuki virus corona. Alat medis yang dikirim harusnya disimpan untuk persiapan Indonesia menghadapi wabah ini.

"Dalam kondisi normal wajar. Tapi seharusnya Indonesia sudah bisa membaca sikon (situasi dan kondisi). Seharusnya waktu itu tidak dieskpor. Tapi prioritas untuk dalam negeri, karena potensi Indonesia kena sangat besar," kata dia.

Diketahui, 40 ribu disposable protective coverall atau setelan baju dan celana pelindung untuk tenaga medis diterima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi tadi. Komponen Alat Pelindung Diri (APD) ini dibagi dan dimasukan dalam 800 dus.

APD yang tengah diperlukan untuk merawat pasien corona atau Covid-19 ini telah dibagikan ke setiap Rumah Sakit dan Puskesmas. Meski demikian, ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam penerimaan bantuan ini.

Bantuan ini datang dari Tim Gugus Tugas Covid-19 yang diketuai Doni Monardo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Alat ini didatangkan langsung dari Cina.

Bahkan pemerintah mengerahkan pasukan TNI beserta pesawat hercules untuk membawa alat ini. Namun terdapat temuan menarik pada dus barang ini. Pada bagian kardus, terdapat tulisan Made In Indonesia atau Dibuat di Indonesia. Padahal, alat ini sudah jauh-jauh didatangkan dari Cina.

Jubir BNPB: Jangan Heran APD dari Cina Tapi Made in Indonesia

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo menjelaskan soal alat pelindung diri atau APD bantuan dari Cina yang bertuliskan "Made in Indonesia".

"Dua hari ini dapat banyak pertanyaan media kenapa APD yang diimport ada tulisan 'Made in Indonesia'," kata Agus lewat akun Twitter pribadinya pada Selasa, 24 Maret 2020. Agus sudah mengizinkan Tempo mengutip Twitt ini.

Ia pun mengatakan bahwa banyak pabrik pembuatan alat pelindung diri yang ada di Indonesia. "Bahkan tidak hanya APD banyak produk terkenal seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain yang pabriknya juga berada di Indonesia," kata dia.

Menurut Agus, meski dibuat di Indonesia, semua bahan baku alat pelindung diri ini berasal dari negara yang memesan seperti Cina atau Korea. Ia menyebut pabrik di Indonesia hanya menjahit dan merapikan agar siap pakai.

Setelah jadi, APD itu, kata Agus, akan dikirim kembali ke negara pemesan. "Untuk dipakai sendiri atau dijual kembali ke mana saja, bisa juga dijual ke Indonesia lagi," katanya. (RM)

Tags

Komentar