Mar 26, 2020 10:57 Asia/Jakarta
  • ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo
    ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo

Tepat pukul 16.45 WIB, ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo, meninggal dunia di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi Kota Solo, Jawa Tegah, Rabu (25/03/2020).

Presiden Jokowi seketika menuju RS di Solo, sore harinya dan membawa jenazah ibunya ke rumah duka di Jalan Pleret Raya Nomor 9 A, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia

Seiring dengan kabar wafatnya ibunda Presiden, beragam kalangan mulai dari pejabat hingga publik menyampaikan duka cita melalui media sosial dan mendoakan agar almarhumah ibunda Kepala Negara husnulkhatimah.

Lantas, seperti apakah sosok ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomohardjo?

Berikut ini, Parstodayid meringkas kehidupan ibunda Presiden Jokowi dari Antaranews.

Sujiatmi, lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 15 Februari 1943 dan wafat pada usia 77 tahun.

Sujiatmi merupakan anak dari pasangan keluarga pedagang kayu, yakni Wirorejo dan Sani.

Sujiatmi adalah anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara. Meskipun ia satu-satunya anak perempuan, orang tuanya tidak pernah membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anak mereka.

Sujiatmi kemudian menikah dengan Widjiatno menikah dalam usia muda, pada 23 Agustus 1959. Kala itu, Sujiatmi masih berusia 16 tahun, sedangkan Widjiatno berumur 19 tahun.

Keduanya menikah meskipun belum lulus sekolah. Namun, pada masa itu, perempuan berusia 16 tahun sudah jamak yang menikah. Banyak pula kawan-kawan Sujiatmi yang lebih belia sudah menikah lebih dahulu.

Berkat kegigihan, kerja keras, dan kesederhanaan yang melekat dalam pribadinya, Sujiatmi dan suami dapat membesarkan keempat anaknya hingga sukses.

​​​​​​​Sujiatmi juga dikenal sebagai sosok ibu yang tegas kepada anak-anaknya dan selalu memegang prinsip.

Dalam rumah tangganya, Sujiatmi memegang peran penting mendidik dan mengarahkan anak-anaknya dalam kedisiplinan.

Salah satu prinsip yang diajarkan Sujiatmi kepada anak-anaknya, yaitu kejujuran harus dipegang. Bagi Sujiatmi, apapun pekerjaan anak-anaknya, kejujuran harus diutamakan, selain juga kerja keras dan keikhlasan.

​​​​​​​Sujiatmi juga berpesan kepada putra-putrinya agar jangan sekali-kali mengambil yang bukan menjadi haknya.

Oleh karena ibunya selalu memegang prinsip, Jokowi dan adik-adiknya pun selalu patuh dengan arahan Sujiatmi.

​​​​​​​Sujiatmi saat itu juga kerap mendoakan putranya agar senantiasa diberikan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi pelaksanaan Pilpres 2014.

Jauh sebelum Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden, Sujiatmi selalu menekankan apapun hasilnya semuanya merupakan pemberian dari Allah Swt yang harus selalu disyukuri.

"Pesan saya, semoga Jokowi bisa menghadapi segala macam tantangan yang ada dengan tenang dan damai. Sebagai orang tua, tentu saya wajib optimistis bahwa Jokowi akan memenangi Pilpres 2014," ujarnya saat itu.

Saat Jokowi terpilih dan ditetapkan sebagai Presiden ketujuh RI, Sujiatmi selalu berpesan kepada putranya itu, untuk selalu amanah.

Sujiatmi juga merupakan sosok yang mengingatkan Jokowi bahwa setelah terpilih menjadi Presiden, Jokowi bukan lagi hanya menjadi milik keluarga melainkan juga menjadi milik bangsa Indonesia.

Meski putranya sudah terpilih sebagai Presiden, Sujiatmi semasa hidupnya tetap tidak berhenti menularkan prinsipnya agar Jokowi tidak melakukan hal aneh-aneh dengan kepercayaan yang sudah diberikan rakyat dan Allah Swt.

Sosok Sujiatmi memang tercemin jelas dalam pribadi Presiden Jokowi.

Tags

Komentar