Apr 08, 2020 08:16 Asia/Jakarta
  • Gedung BPPT Indonesia
    Gedung BPPT Indonesia

Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melonjak naik. Bahkan, untuk pertama kalinya, penambahan kasus positif baru di Indonesia kemarin menembus angka 218 orang.

Dengan penambahan itu, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai pukul 15.45 WIB, Selasa, 7 April 2020, telah mencapai 2.738 pasien. Jumlah kematiaan juga bertambah menjadi 221 orang dan yang sembuh masih dibawahnya sebanyak 204 orang. 

Lonjakan angka ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai kalangan. Hingga kini berbagai upaya dilakukan untuk membantu meredam penyebaran Covid-19. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat alat rapid test serologi atau antibodi (RDT Micro-chip atau RDT IgG IgM) yang mampu memberikan hasil cepat terhadap virus corona dalam waktu sekitar 10 menit.

Perekaya Madya Bidang Molecular Biotechnology BPPT, Irvan Faizal menjelaskan bahwa Rapid Diagnostic Test (RDT) dalam bentuk strip yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya antibodi Covid-19. menurutnya, orang yang terinfeksi virus corona, maka tubuhnya akan merespon dengan mengeluarkan antibodi Covid-19 yang akan muncul pada hari ke 6 atau 7 setelah infeksi.

 

Universitas Indonesia

 

Sementara itu, Universitas Indonesia juga melakukan berbagai langkah untuk membantu penanganan Covid-19 di negaranya. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI) Abdul Haris mengatakan pihaknya membentuk tim multidisiplin yang melibatkan peneliti, dosen, ahli, dan rumah sakit yang dimiliki oleh UI untuk menghasilkan riset dan inovasi dalam mencegah, menekan laju persebaran, serta mengobati pasien virus corona Covid-19.

"Kegiatan penelitian yang dilakukan sivitas akademika UI dalam menghadapi Covid-19 didukung oleh dana riset dan inovasi UI senilai hampir 2 miliar rupiah," kata Abdul Haris Dilansir CNN Indonesia Selasa (7/4).

Sejumlah alat yang telah diluncurkan dalam program jangka pendek adalah Bilik Disinfeksi berbasis ultraviolet untuk mencegah transmisi virus Covid-19 yang diciptakan oleh tim peneliti Fakultas Teknik UI (FTUI), Fakultas Kedokteran UI (FKUI), FMIPA, Sekolah Ilmu Lingkungan UI (SIL UI), RSUI, serta Research Center for Biomedical Engineering UI (RCBE UI). Kedua, alat ultraviolet disinfeksi peralatan medis oleh gabungan Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI), FKUI, RSUI, SIL UI, dan Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI).

Saat ini UI juga tengah dalam penelitian dan pengembangan menciptakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, pengembangan riset  Instrumen Tes Cepat Covid-19 dan suplemen peningkatan imunitas tubuh untuk mencegah masuknya virus berbahaya itu .(PH)

 

Komentar