May 25, 2020 16:10 Asia/Jakarta
  • ANTARA FOTO.
    ANTARA FOTO.

Jumlah pasien positif korona (covid-19) di Indonesia meroket selama empat hari terakhir. Total kasus positif mencapai 22.271 orang per Minggu, 24 Mei 2020.

Adapun penambahan pesat dimulai pada 21 Mei 2020. Jumlah pasien positif mencapai 973 orang dalam satu hari.

"Ini luar biasa dan peningkatan nilai yang tertinggi," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020 seperti dilansir dari situs Medcom.id.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menguji 124.076 sampel terkait virus korona per Kamis, 21 Mei 2020. Pengujian dilakukan dengan metode RT-PCR. Sampel tersebut berasal dari 2.313 orang.

Pemprov DKI telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19 di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Timur. Pemprov juga membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa covid-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Selain menguji sampel, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan 115.042 tes deteksi cepat (rapid test) korona pada Minggu, 24 Mei 2020. Sebanyak 4 persen atau 4.421 orang dinyatakan positif.

Kasus positif covid-19 di Jakarta mencapai 6.561 orang per Minggu, 24 Mei 2020. Sebanyak 1.592 orang sembuh dan 505 orang meninggal.

Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus positif korona belakangan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut salah satu penyebab adalah rapid test (tes cepat) massal di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik).

Khofifah mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim telah melakukan 25.610 tes cepat di Surabaya Raya. Hasilnya, sebanyak 1.992 peserta tes dinyatakan positif per Sabtu, 23 Mei 2020.

Penyebab meroketnya kasus positif korona

Asumsi soal penambahan jumlah kasus diungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Hamam Hadi. Menutur Hamam, hal tersebut karena longgarnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Tidak dimungkiri bahwa PSBB itu longgar, saya katakan bukan pelonggaran ya, tapi longgar. Dan longgarnya PSBB itu telah memicu lonjakan kasus covid-19," kata dia melansir Antara, Minggu, 24 Mei 2020.

Peningkatkan kasus positif korona disebut karena berbagai faktor. Misalnya ketersediaan alat tes dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengikuti uji kesehatan.

"Jumlahnya besar karena peningkatan melakukan orang ngetes kesadaran dirinya untuk rapid test," tutur Anggota Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR Arteria Dahlan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

32 Provinsi Zona Merah Covid-19

Pasien Covid-19 telah mencapai 22.271 orang per pukul 12.00 WIB, Minggu, 24 Mei 2020. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diterima Medcom.id, 22.271 pasien ini telah tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Bila diurutkan berdasarkan zona, tidak ada provinsi berzona hijau dan kuning terang. Zona hijau merupakan daerah yang steril dari covid-19. Sedangkan Zona kuning terang merupakan daerah dengan frekuensi 1-5 kasus dan zona kuning tua adalah daerah yang memiliki frekuensi 6-9 kasus.

"Wilayah yang masuk dalam kategori zona kuning tua hanya Provinsi Aceh sebanyak 19 kasus," tulis data yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan tersebut.

Adapun zona oranye daerah yang memiliki frekuensi kasus 20 sampai 49 kasus. Hanya Kepulauan Bangka Belitung yang masuk zona oranye dengan jumlah 39 kasus.

Sementara 32 provinsi masuk kategori zona merah, atau daerah yang memiliki pasien covid-19 lebih dari 50 orang. DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus covid-19 terbanyak.

Sedangkan 29 provinsi dengan zona merah lainnya yakni, Papua 558 orang, Papua Barat 130 orang. Kemudian, Sulawesi Utara 230 orang, Gorontalo 58 orang, Sulawesi Tengah 121 orang, Sulawesi Selatan 1.296 orang, Sulawesi Barat 86 orang, dan Sulawesi Tenggara 215 orang.

Kemudian, Maluku 159 orang, Maluku Utara 100 orang, Nusa Tenggara Timur 79 orang, dan Nusa Tenggara Barat 478 orang. Kalimantan tediri atas Kalimantan Utara 276 orang, Kalimantan Selatan 599 orang, Kalimantan Tengah 368 pasien, Kalimantan Timur 276 kasus, dan Kalimantan Barat 164 pasien.

"Sebanyak 394 pasien di Bali, 1.309 pasien di Jawa Tengah, dan 226 pasien di DI Jogjakarta," tulis data tersebut.
 
Sebanyak 789 kasus terdeteksi di Banten. Lampung 109 orang, Sumatera Selatan 736 orang, Bengkulu 69 orang, Jambi 95 orang, Riau 111 orang, dan Kepulauan Riau 154 orang. Sumatera Barat mencatat 478 pasien positif covid-19 dan Sumatera Utara 311 kasus. (RM)

Tags

Komentar