Okt 27, 2020 10:42 Asia/Jakarta
  • Presiden Prancis, Emmanuel Macron
    Presiden Prancis, Emmanuel Macron

Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Luqman Hakim meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersikap terhadap pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw.

"Sebagai Presiden negara muslim terbesar, Pak @jokowi perlu nyatakan sikap terhadap Macron, mewakili umat Islam Indonesia yang tidak terima agamanya dihina," kata Luqman dalam akun Twitter resminya @LuqmanbeeNKRI, Senin (26/10).

Jika Presiden Jokowi tak bersikap atas pernyataan Macron tersebut, Luqman mengaku khawatir persepsi publik yang menilai Jokowi butuh umat Islam saat Pilpres semata menjadi terbukti sahih. 

Luqman menyatakan Macron kerap menghina Islam selama sebulan belakangan ini. Ia mencontohkan pernyataan Macron yang dianggap menyinggung umat muslim adalah kalimat, "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia".

Pernyataan senada disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi yang menyarankan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia guna meminta klarifikasi perihal pernyataan kontroversial yang terlontar dari Presiden Emmanuel Macron terkait Islam.

"MUI minta kepada Menlu agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan komprehensif terkait sikap pernyataan Presiden Macron," kata Muhyiddin dalam keterangan resminya, Senin (26/10).

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan sedang meminta konfirmasi ke Kedutaan Besar RI mengenai pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terkait Islam yang menuai kritik.

"Sejauh ini akan dimintakan terlebih dahulu laporan yang komprehensif dari KBRI kita di Paris untuk mendapatkan konteks dari pernyataan Presiden Marcon tersebut," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah Senin (26/10).

Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan dunia, dan  dikecam oleh banyak kalangan karena dinilai menghina Islam.(PH)

Tags

Komentar