Des 28, 2020 12:20 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyadari bahwa Natal 2020 diperingati dengan suasana berbeda karena situasi pandemi Covid-19. Pasalnya, masyarakat tetap harus membatasi kegiatan dan mengurangi interaksi dengan keluarga maupun sahabat.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2020 yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (27/12/2020).

Namun sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat Hari Natal 2020 kepada umat Kristiani. Jokowi menyadari bahwa perayaan Natal tahun ini berbeda dari sebelumnya karena di tengah pandemi Covid-19.

Vaksin COVID-19

"Hari Natal tahun ini tidak seperti tahun-tahun lalu ketika keceriaan dan keriaan akhir tahun menyelimuti kehidupan negeri kita," kata Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, Jumat (25/12/2020).

Menyinggung kondisi berbeda tahun ini, Jokowi menyebut Natal tahun ini kita peringati dalam suasana yang berbeda, karena kita tidak dapat merayakan Natal dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, karena adanya pandemi Covid 19. Kita semua harus membatasi kegiatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Liputan6, Senin (28/12/2020).

Sekalipun demikian, Presiden mengatakan sebagai umat beriman, beban yang berat ini tidak boleh membuat cepat putus asa.

Presiden mengatakan dalam setiap perayaan Natal akan ditemukan cahaya lilin-lilin kecil yang dinyalakan setiap rumah umat Kristiani di seluruh Tanah Air. Cahaya lilin itu mengingatkan kita semua tentang kehadiran Tuhan.

"Tuhan yang selalu bersama kita, hadir di antara kita dan bekerja untuk memulihkan diri umatnya. Karena itu saya mengajak seluruh umat Kristiani untuk tidak kehilangan harapan," jelas Presiden.

Di bagian lain dari pidatonya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perayaan Natal harus menjadi puncak bagi tumbuhnya kesadaran baru dan instropeksi diri agar sesama manusia saling mencintai, saling menjaga, dan saling mengasihi di tengah kesulitan.

"Natal juga harus menjadi momentum untuk mewujudkan kasih Tuhan untuk sesama yang menderita, saling tolong-menolong, saling peduli, saling berbagi beban, dan senantiasa menghadirkan kebaikan bagi bangsa dan negara," kata Presiden Jokowi.

Presiden menaruh harapan besar bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk terus menjaga harapan, sembari menebar kebaikan di antara sesama agar dapat melahirkan semangat baru bahwa seluruh rakyat Indonesia bersama-sama dapat segera pulih dari situasi sulit pandemi COVID-19.

Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat Indonesia tidak bisa berdiam diri dan harus berusaha, baik secara lahir maupun batin, untuk tetap berupaya menjalankan protokol kesehatan dengan kedisiplinan untuk menjaga diri, keluarga, hingga sahabat dari virus SARS-CoV-2.

Kepala Negara menyatakan bahwa Tuhan akan selalu bersama umat-Nya dan memberikan jalan untuk menghadapi masa-masa sulit.

Tags