Jan 18, 2021 13:08 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Hari ini, Senin (18/01/2021), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyelenggarakan acara Penandatanganan Kerja sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara virtual yang diikuti Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam acara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan telah memfasilitasi potensi kemitraan 56 usaha besar dan 196 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nilai kontrak Rp1,5 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Penandatanganan Kerja Sama Dalam Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM di Jakarta, Senin, mengatakan potensi tersebut masih tahap awal.

"Ini langkah awal, Pak, Rp1,5 triliun ini langkah awal. Ke depan, setiap bulan kami akan lakukan," katanya dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo pada acara yang digelar secara virtual tersebut. Sebagaimana dilansir Antaranews yang dipantau oleh Parstodayid, Senin (18/01/2021).

Bahlil mengakui langkah BKPM untuk mengawinkan usaha besar dan UMKM tidak mudah. Ia pun meminta pengertian para pengusaha besar untuk bisa melibatkan UMKM dan pengusaha daerah.

Presiden Apresiasi BKPM

Presiden RI Joko Widodo yang mengikuti acara ini secara virtual mengapresiasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang terus melakukan percepatan proses investasi meski di tengah pandemi COVID-19.

"Saya memberikan apresiasi, penghargaan kepada BPKM yang telah bekerja keras meski di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini," ujar Presiden dalam arahannya secara virtual pada acara penandatanganan kerja sama dalam rangka kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden mengatakan BKPM terus melakukan percepatan proses investasi, mulai dari mempermudah perizinan, memfasilitasi investor sebaik mungkin, melayani agar investasi, baik dalam dan luar negeri tumbuh dengan pesat, membuka lapangan kerja serta berkontribusi besar pada peningkatan naiknya kelas UMKM di Indonesia.

Terkait penandatanganan kerja sama dalam rangka kemitraan PMA dan PMDN dengan UMKM, Presiden menekankan kemitraan UMKM dengan usaha besar sangat penting agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global.

Presiden Ajak Eksportir Gandeng Pelaku UMKM

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo juga meminta eksportir agar menggandeng para pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan untuk mendorong mereka naik kelas dari sisi skala usaha.

“Eksportir ini bisa mengajak UMKM, ini akan segera menaikkan kelas,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Penandatanganan Kerja sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin.

BPS mencatat neraca perdagangan pada 2020 mengalami surplus 21,7 miliar dolar AS.

Hal ini kata Presiden, menjadi peluang yang baik bagi eksportir untuk menggandeng UMKM agar terlibat dalam kegiatan usahanya.

“Karena kalau yang membawa itu eksportir yang pasti mereka biasa dengan harga yang kompetitif, kualitas yang baik, ‘delivery’ yang ‘on time’, akan belajar ke sana,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, pengembangan usaha besar harus terus melibatkan UMKM di Tanah Air. (Antaranews)

Tags