Jan 21, 2021 12:27 Asia/Jakarta
  • Vaksin Covid-19
    Vaksin Covid-19

Pemerintah sepertinya memberikan lampu hijau untuk para perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi mandiri. Namun ada beberapa hal yang harus diingat sebelum melakukan vaksin mandiri.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka peluang memberikan izin pengusaha untuk melakukan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Pasalnya, Jokowi menargetkan program vaksinasi dapat rampung dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.

Jokowi mengatakan, pemerintah tengah berupaya menggenjot vaksinasi. Apalagi, vaksinasi mandiri ditanggung oleh pengusaha.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi Covid-19 seharusnya memang bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih dari satu tahun.

Menurut perhitungan Jokowi, target tersebut mampu direalisasikan karena Indonesia memiliki sarana dan vaksinator yang mendukung.

Salah satunya, keberadaan 10.000 Puskesmas di Indonesia.

Menurutnya, ada kurang lebih 30.000 vaksinastor, ada 10.000 Puskesmas, 3.000 RS yang bisa digerakkan.

Apabila satu vaksinator bisa menyuntik vaksin kepada 30 orang dalam satu hari, maka capaian vaksinasasi dalam sehari sudah mencapai hampir 1 juta orang.

Vaksinasi Mandiri, Mengapa Tidak?

Saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Kompas100 CEO Forum secara virtual, Kamis (21/01/2021) Presiden Joko Widodo mengatakan, "Banyak pengusaha sampaikan, bisa enggak kita vaksin mandiri. Ini yang baru akan kita putuskan. Karena kita perlu percepat, apalagi biaya ditanggung perusahaan.”

Sesuai hasil pantauan Parstodayid dari Liputan6, Kamis (21/01/2021), Presiden Jokowi menyebut vaksinasi mandiri dapat diberikan asalkan merek vaksin yang digunakan berbeda dengan yang gratis. Kemudian, tempat vaksinasi juga harus berbeda.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa vaksin Covid-19 secara mandiri juga diperlukan, meskipun bukan prioritas pemerintah. Erick menyebut jenis dan merek vaksin gratis dan mandiri itu berbeda.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut 3 syarat yang harus dipahami betul oleh mereka yang ingin melakukan vaksin mandiri.

Pertama, vaksinasi bersifat sosialis bukan individualis. Vaksin menurutnya berfungsi bukan untuk melindungi diri sendiri, tapi melindungi, keluarga, tetangga dan masyarakat luas pada umumnya.

Kedua, pemerintah dalam pengadaan vaksin berupaya melakukan dengan secepat-cepatnya dan semurah-murahnya untuk menjaga keuangan negara. Sehingga negara bisa mendapatkan vaksin COVID-19 sesuai kebutuhan dan menjangkau luas untuk mencapai herd immunity sebesar 70% dari populasi atau sekitar 187 juta orang.

Ketiga, lanjut Budi, vaksinasi akan diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia secara gratis. Oleh karena itu dia berpesan kepada para konglomerat jangan sampai vaksinasi mandiri justru hanya membuat golongan kaya yang dapat lebih dulu.

Tags