Mar 01, 2021 12:41 Asia/Jakarta
  • Vaksin Merah Putih, Gratis atau Tidak ?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sampai saat ini belum menetapkan kandidat vaksin Covid-19 buatan Indonesia, Merah Putih apakah akan diberikan secara gratis dari pemerintah atau dilakukan vaksinasi mandiri berbayar.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut pembahasan lebih lanjut dan penetapan itu kemungkinan akan diumumkan pada 2022 saat uji klinis dan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin merah putih rampung.

Nadia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan vaksin buatan anak bangsa itu. Sebab saat ini sudah ada enam institusi atau lembaga yang ikut mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform yang berbeda. Mereka yakni Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

Tampaknya, pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan banyak faktor termasuk biaya akhir yang harus dikeluarkan untuk vaksinasi massal dengan vaksin buatan dalam negeri. Oleh karena itu, pihak terkait hingga kini belum mengumumkan mengenai masalah tersebut.

Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan saat ini bisa mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada akhir 2021 atau awal 2022 yang ditegaskan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro.

"Harapannya akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah bisa mendapatkan emergency use authorization setelah melalui uji klinis tahap 1, 2, 3 dan sudah diproduksi dan akhirnya bisa dipakai untuk vaksinasi," katanya dalam Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dilansir Antara Kamis (28/1/2021).

 

 

Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia mengatakan bahwa 98 juta masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan akan mendapatkan vaksin gratis.

"Yang pasti PBI, BPJS [Kesehatan] kalau tidak salah sekarang jumlahnya 97-98 juta orang akan dapat vaksin gratis. Tentunya pemerintah dan Kemenkes melihat lagi atau bagaimana biaya vaksin di luar PBI. Ini informasi awal belum menyeluruh," ujarnya saat RDP dengan DPR Komisi VII dan Lembaga Eijkman di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, Indonesia membutuhkan vaksinasi dua pertiga penduduk atau 176 juta orang. Jika satu orang butuh dua dosis maka dibutuhkan 353 juta dosis vaksin merah putih.

Selain vaksin Merah Putih ada vaksin Nusantara yang merupakan rebranding dari Vaksin Joglosemar. Ini vaksin Covid-19 berbasis sel dendritik yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dengan menggandeng PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bekerja sama AIVITA Biomedical Inc asal California, Amerika Serikat.

Pengembangan vaksin ini digagas pada akhir 2020, ketika Terawan Agus Putranto masih menjabat Menteri Kesehatan. Pendanaan riset vaksin Nusantara juga mendapat dukungan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes RI.(PH)

 

 

Tags