Mar 23, 2021 17:45 Asia/Jakarta
  • Vaksin AstraZeneca.
    Vaksin AstraZeneca.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 5.297 orang, pada Selasa, 23 Maret 2021.

Menurut Tempo.co, berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga pukul 12.00 WIB, kasus harian positif hari ini didapat dari hasil pemeriksaan 77.402 spesimen. Sehingga, total kasus positif Covid-19 kini mencapai 1.471.225 orang.

Pasien sembuh bertambah 6.954 orang, sehingga total kasus sembuh Covid-19 menjadi 1.304.921 orang. Adapun kasus meninggal bertambah 154 orang, sehingga totalnya menjadi 39.865 orang.

Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunadi menargetkan 100 juta vaksin AstraZeneca akan diperoleh pemerintah sebagai upaya mengendalikan Covid-19 di Indonesia.

"Target 100 juta lebih vaksin diperoleh," ujarnya, di sela memantau pelaksanaan vaksinasi untuk ratusan kiai di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Selasa, 23 Maret 2021, dilansir Tempo.co.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, boleh digunakan, setelah dilakukan serangkaian kajian serta mendengar berbagai masukan-masukan dari otoritas serta para ahli soal keamanannya.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh merinci ada lima alasan memperbolehkannya, pertama karena Indonesia dalam kondisi mendesak atau darurat syar'i, lalu kedua terdapat keterangan dari ahli tentang bahaya risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19.

Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity), kemudian vaksin AstraZeneca sudah ada jaminan keamanan penggunaannya dari pemerintah, serta terakhir pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih vaksin mengingat keterbatasan vaksin baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Diperbolehkannya penggunaan vaksin AstraZeneca itu tertuang dalam Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi AstraZeneca.

Vaksin Sinovac

Survei SMRC: Warga yang Mau Ikut Vaksinasi Covid-19 Tak Sampai 50 Persen

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tak sampai 50 persen, tepatnya hanya 46 persen warga yang secara tegas menyatakan bersedia ikut vaksinasi Covid-19. Sekitar 28 persen menyatakan tidak mau divaksin dan ada 23 persen menyatakan masih ragu.

“Ini temuan yang perlu mendapat perhatian serius,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani, lewat keterangannya, Selasa, 23 Maret 2021 seperti dilansir Tempo.co.

Jika ingin mencapai pencegahan penyebaran Covid-19 yang efektif, lanjut Deni, diperlukan minimal 70 persen warga yang memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona.

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021-8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 1220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07 persen.

Menurut Deni, terdapat sejumlah faktor yang mungkin mempengaruhi kesediaan seseorang untuk divaksin.

Pertama, soal keyakinan bahwa vaksin aman. Survei menemukan bahwa 64 persen warga yang percaya bahwa vaksin aman bersedia untuk divaksin, sementara hanya 16 persen warga yang percaya vaksin aman bersedia untuk divaksin.

Kedua, pengaruh dari adanya kampanye menolak vaksin. Sekitar 35 persen warga yang pernah mendapat ajakan untuk menolak vaksin menyatakan bersedia divaksin, sementara 47 persen warga yang tidak pernah mendapat ajakan menolak vaksin bersedia divaksin.

Ketiga, rasa kekhawatiran atau ketakutan akan penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 59 persen warga yang menyatakan sangat takut tertular vaksin menyatakan bersedia divaksin, sementara hanya 38 persen warga yang menyatakan tidak takut tertular Corona menyatakan bersedia divaksin.

Keempat, persepsi tentang masih terus bertambahnya kasus penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 52 persen warga yang percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin, sementara hanya 39 persen warga yang tidak percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin.

“Dengan demikian, agar kebijakan vaksinasi ini berjalan efektif, pemerintah perlu melaksanakan serangkaian langkah,” ujar Deni. Di antaranya, pemerintah perlu melawan kampanye anti vaksin, meyakinkan rakyat bahwa vaksinasi Covid-19 aman, meyakinkan publik bahwa bahwa pandemi belum berakhir dan setiap warga bertanggungjawab untuk mencegah penyebaran wabah. (RA)

Tags