Apr 15, 2021 11:57 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 secara virtual yang digelar pada Rabu (14/04/2021). Pengarahan Presiden Joko Widodo dapat disaksikan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Kamis (15/4).

Dalam pengarahannya, Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah menjadikan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 sebagai prioritas, disamping upaya-upaya memulihkan perekonomian.

"Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat karena yang namanya Covid-19 ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi kemudian tidak memperhatikan penyebaran Covid-19. Yang terjadi kenaikan kasus meningkat, pertumbuhan ekonominya justru tertekan turun," ujarnya.

Image Caption
Upaya disinfeksi di Indonesia (arsip)

Ia menekankan pencegahan penyebaran pandemi harus menjadi prioritas. Selain itu penanganan pasien yang terpapar Covid-19 juga harus dilakukan secara konsisten.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak tergesa untuk membuka sektor-sektor yang ada di daerahnya. Pembukaan sektor-sektor di daerah harus dilakukan secara bertahap dan sangat berhati-hati agar tidak terjadi lonjakan kasus baru di kemudian waktu.

"Bulan Januari yang lalu misalnya, saya enggak usah sebut negaranya, turun anjlok (kasus penyebarannya). Begitu dibuka (sektor ekonomi), bulan Maret lompatannya naik tinggi sekali. Hati-hati dengan itu. Jangan sampai karena kasusnya sudah turun kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada," kata dia.

Program Padat Karya di Daerah

Sementara mengenai masyarakat lapisan bawah yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi, Presiden Jokowi meminta kepala daerah memanfaatkan APBD untuk memberikan pekerjaan kepada mereka.

Jokowi berharap, program-program padat karya diperbanyak sehingga dapat membuka lapangan kerja.

Menurutnya,saat ini sejumlah pabrik yang berhenti beroperasi karena dampak pandemi Covid-19. Hal ini membuat banyak masyarakat yang akhirnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Saya minta juga APBD ini bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat di lapis bawah. Dengan cara, perbanyak program-program padat karya untuk penciptaan lapangan pekerjaan sambil menunggu ekonomi kembali pulih sepenuhnya," kata Jokowi.

Menurut dia, program padat karya dapat dilakukan melalui perbaikan jalan, pembangunan irigasi, dan pembangunan sekolah. Jokowi meyakini program tersebut akan dapat menggerakan perekonomian di daerah.

"Ini akan menggerakan ekonomi daerah dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita," ucap Jokowi.

Skala Prioritas dalam Menggunakan APBD

Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah membuat skala prioritas yang jelas mengenai alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Ia kembali mengingatkan para gubernur, bupati, hingga wali kota untuk tak mengecer-ecer anggaran.

"Jangan sampai sekali lagi yang namanya anggaran diecer-ecer di setiap dinas, di setiap unit, sehingga setiap tahun itu anggaran ya terbelanjakan, tapi tidak ada baunya sama sekali, tidak dirasakan kemanfaatannya oleh rakyat. Hati-hati," kata Jokowi

Tags