May 09, 2021 11:19 Asia/Jakarta
  • Indonesia dan Malaysia
    Indonesia dan Malaysia

Masjid al-Aqsa kembali menyaksikan aksi kekerasan militer rezim Zionis Israel di Masjid al-Aqsa di bulan Ramadhan, ketika puluhan ribu jamaah muslim tengah melakukan shalat di malam suci Lailatul Qadr.

Militer rezim Zionis Israel, menyerbu Masjid al-Aqsa lalu memukuli orang-orang Palestina yang berada di masjid tersebut. Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengabarkan, sedikitnya 205 warga Palestina terluka dalam insiden itu.

Pertanyaan penting yang muncul setelah menyaksikan bentrokan-bentrokan ini, apa faktor yang memicu bentrokan antara militer Israel dan warga Palestina di al-Quds?

Faktor terpenting adalah kelanjutan kebijakan pengusiran paksa warga Palestina oleh miiter Israel dari wilayah-wilayah kota al-Quds. Titik awal bentrokan bermula dari wilayah Sheikh Jarrah di kota al-Quds.

Warga Palestina yang cedera

Wilayah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967 ini, dihuni oleh lebih dari 3.000 warga Palestina, dan merupakan garda depan pembelaan terhadap Masjid al- Aqsa. Kenyataannya, wilayah ini terletak di jantung kota al-Quds, dan menghubungkan willayah barat serta timur kota ini.

Karena posisi strategis yang dimiliki Sheikh Jarrah, Israel berusaha mengusir warga Palestina dari wilayah itu, dan menjadikannya pemukiman warga Zionis. Untuk mewujudkan keinginan ini, Israel menggunakan segala cara termasuk penyiksaan terhadap warga Palestina, perampasan hak milik mereka dan perluasan distrik Zionis.

Indonesia Mengecam Pengusiran Paksa di Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam aksi pengusiran paksa enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Baitul Maqdis Timur.

Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat Islam.

Pernyataan itu datang menyusul ketegangan yang melonjak dalam beberapa hari terakhir di Baitul Maqdis Timur yang dihuni oleh warga Palestina.

Pada awal bulan suci Ramadhan, Israel memblokir tempat berkumpul populer di mana warga Palestina secara tradisional bersosialisasi pada akhir puasa sehari-hari mereka.

Bentrokan telah dilanjutkan setelah Zionis Israel mengancam akan mengusir puluhan warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Baitul Maqdis Timur.

"Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," lanjut pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI, Minggu, sebagaimana dikutip Parstodayid dari Liputan6, Minggu (09/05/2021).

"Indonesia mendesak masyarakat internasional lakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah Pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil."

Malaysia Kutuk Serangan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa

Pemerintah Malaysia mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh tentara Israel serta pemukim Yahudi kepada para peziarah yang beribadah di Masjid al-Aqsa pada Jumat (7/5).

"Tindakan kejam seperti itu tidak hanya harus dikutuk dengan keras namun rezim Zionis Israel harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia serta hukum internasional," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein di Putrajaya, Sabtu (8/5).

Dia mengatakan banyak orang Palestina terluka dalam serangan tersebut.

"Serangan ke Masjid al-Aqsa dengan menjadikan sasaran para peziarah yang sedang melakukan sholat di hari-hari terakhir Ramadhan merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Islam dan nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Malaysia juga mengutuk keras penggusuran paksa warga Palestina dari kediaman mereka termasuk mereka yang tinggal di lingkungan Syekh Jarrah di Baitul Maqdis.

"Malaysia mengimbau masyarakat internasional untuk segera bertindak dan tegas melawan tirani Israel terbaru ini," katanya.

Menlu Hishammuddin kembali menegaskan dukungan kuat Malaysia kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka dalam mendapatkan kebebasan dari pendudukan ilegal Israel, menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota Palestina.

Tags