May 25, 2021 13:54 Asia/Jakarta
  • Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati
    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan belanja negara hingga akhir April 2021 tumbuh 15,9 persen (yoy) yaitu sebesar Rp723 triliun dari Rp623,9 triliun pada periode sama tahun lalu.

Sri Mulyani mengatakan realisasi Rp723 triliun tersebut merupakan 26,3 persen dari target APBN yaitu Rp2.750 triliun.

“Kita melakukan pemulihan ekonomi melalui belanja-belanja negara,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, sebagaimana dikutip Parstodayid dari Antaranews, Selasa (25/05/2021).

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, neraca perdagangan April 2021 kembali surplus sebesar 2,19 miliar dollar AS.

Hal ini melanjutkan tren surplus bulanan yang terjadi sejak Mei 2020. Surplus pada April 2021 tersebut disumbang surplus neraca nonmigas sebesar 3,26 miliar dollar AS dan defisit neraca migas 1,07 miliar dollar AS.

Pertumbuhan ekonomi

“Pada April 2021, Indonesia juga mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, antara lain Amerika Serikat sebesar 1,22 miliar dollar AS, Filipina 0,55 miliar dollar AS, dan India 0,44 miliar dollar AS,” ujarnya dalam siaran resminya sebagaimana dikutip Parstodayid dari Kompas, Selasa (25/05/2021).

Realisasi Program PEN Mencapai 26,3 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 21 Mei 2021 telah mencapai Rp183,98 triliun atau 26,3 persen dari pagu sebesar Rp699,43 triliun.

"PEN kita 2021 sudah terealisir Rp183,98 triliun dari Rp699 triliun atau 26,3 persen,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani merinci realisasi PEN sebesar Rp183,98 triliun meliputi bidang kesehatan Rp31,64 triliun atau 18 persen dari pagu anggaran Rp172,84 triliun.

Ia menuturkan pagu anggaran untuk bidang kesehatan tersebut mengalami kenaikan sangat signifikan dibandingkan realisasi 2020 yakni sebesar Rp62,67 triliun.

"Dalam hal ini dibandingkan realisasi 2020 yang anggarannya mencapai Rp62 triliun ini kenaikan yang luar biasa tinggi terutama nanti untuk pembelian vaksin, vaksinasi, dan treatment," kata Sri Mulyani.

Kemudian bidang perlindungan sosial terealisasi sebesar Rp57,40 triliun atau 39 persen dari pagu Rp148,27 triliun.

Selanjutnya realisasi program prioritas adalah sebesar Rp23,21 triliun atau 18 persen dari pagu yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp127,85 triliun.

Sementara untuk program dukungan UMKM dan korporasi telah terealisasi sebesar Rp42,23 triliun atau 22 persen dari pagu Rp193,74 triliun. Terakhir yaitu untuk bidang insentif usaha terealisasi Rp29,51 triliun atau 52 persen dari pagu sebesar Rp56,73 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, pun mengatakan bahwa PEN 2020 diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari lima juta orang dari kemiskinan. Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) PEN disebut mampu menahan kenaikan tingkat kemiskinan dengan menjaga tingkat konsumsi kelompok miskin.

"Tingkat kemiskinan mampu dikendalikan menjadi 10,19 persen pada September 2020. Tanpa program PEN, Bank Dunia memprediksi angka kemiskinan Indonesia pada 2020 dapat mencapai 11,8 persen. Artinya, PEN 2020 diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 5 juta orang dari kemiskinan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Mei 2021. (Antaranews/Kompas/Liputan6)

Tags