Jul 11, 2021 22:25 Asia/Jakarta
  • AS dan MKO
    AS dan MKO

Kelompok teroris munafikin Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) sejak hari Sabtu, 10 Jui 2021 menggelar sidang virtual tiga hari di berbagai kota Eropa dan AS yang diklaim sebagai protes terhadap Republik Islam Iran.

Menurut Koran Washington Post, sejumlah anggota DPR Amerika dari Partai Republik dan Demokrat hadir di sidang virtual MKO tersebut.

Ted Cruz, senator dari Partai Republik, Kevin McCarthy, pemipin kubu minoritas Republik di DPR AS, Senator Bob Menendez, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat dari kubu Demokrat serta sejumlah petinggi Amerika lainnya memberi sambutan di pertemuan virtual MKO ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh Sabtu malam seraya mengisyaratkan partisipasi elit politik Barat di sidang MKO di akun Twitternya menulis, elit politik Barat (termasuk Pompeo bangga dengan kebohongan, manipulasi dan pencurian) menjual dirinya dengan harga murah, dan terlibat di sirkus Eropa yang digelar kelompok munafikin MKO, kelompok teroris yang dilindungi rezim Saddam Hussein dan tangan mereka berlumuran darah warga Iran.

Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh

MKO sejak awal Revolusi Islam hingga kini melalui berbagai operasi teror telah membantai lebih dari 17 ribu warga Iran. Kini jelas bahwa tujuan dari pertemuan sandiwara ini adalah untuk menutupi kejahatan tiga abad dan aksi teror mereka, namun aksi sandiwara ini merupakan kelanjutan dari peran MKO sebagai sekutu Amerika dan sejumlah negara Eropa. Pertemuan serupa juga sempat digelar di Paris, Prancis beberapa tahun lalu.

Dukungan rahasia dan sembunyi-sembunyi AS dan Eropa khususnya Prancis terhadap MKO mengindikasikan bahwa klaim mereka terkait perang kontra terorisme sebuah kebohongan nyata.

Mohammad Javad Hasheminejad, sekjen Asosiasi Habilian kepada Iranpress seraya mengisyaratkan bahwa pada dasarnya terorisme bukan tujuan AS dan negara ini senantiasa memanfaatkan kelompok teroris sebagai alat mengatakan, “Kelompok teroris MKO 40 tahun lalu melakukan kejahatan terhadap Iran, di mana berdasarkan pernyataan Kemenlu AS, kantor resmi kelompok teroris ini berada di Paris.”

Terlepas dari bukti tak terbantahkan dari tindakan teroris orang-orang munafik, Menteri Pertahanan AS saat itu Donald Rumsfeld; Pada tanggal 25 Juni 2004, ia memberikan status "orang yang dilindungi" kepada anggota kelompok munafik.

Pada bulan Juli 2010, pengadilan banding di Washington, DC, memutuskan bahwa menyimpan nama organisasi di daftar teroris AS adalah salah. Akhirnya, pada September 2012, Departemen Luar Negeri AS menghapus kelompok teroris dari daftar kelompok teroris AS.

Tak diragukan lagi, Amerika selama bertahun-tahun berusaha mempertahankan MKO sebagai alternatif, karena kelompok teroris ini dengan kinerjanya di Irak telah menunjukkan dengan mudah mampu menjadi anasir bayaran demi tujuan yang dicanangkan AS. MKO selain melancarkan aksi teror terhadap rakyat dan pejabat Iran, juga terlibat di peristiwa 1991 dan 1992 di Irak melalui kerja sama dengan Saddam dalam menumpas warga Kurdi.

Faktanya adalah banyak aktivitas MKO baik di bidang terorisme atau di berbagai kasus lainnya tercatat sebagai kejahatan internasional. Dan pastinya kejahatan berat dialamatkan kepada pemimpin MKO. Mengingat fakta ini, jelas bahwa kehadiran pejabat Eropa dan AS di pertemuan kelompok ini, memiliki sejumlah tujuan dan mengindikasikan kedalaman permusuhan Washington terhadap rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran. Sementara para pemimpin MKO berusaha menanfaatkan kesempatan yang diberikan AS dan sejumlah negara Eropa untuk menyembunyikan wajah sejatinya.

Faktanya seperti yang diingatkan Saeed Khatibzadeh, "Kehausan yang tak terpuaskan akan uang dan keterikatan anti-Iran telah memicu kemunafikan Barat yang memalukan." (MF)

 

 

Tags