Jul 18, 2021 12:06 Asia/Jakarta
  • Seyed Abbas Araghchi
    Seyed Abbas Araghchi

Seyed Abbas Araghchi, kepala delegasi Iran untuk perundingan JCPOA menyatakan bahwa pembicaraan Wina harus menunggu pemerintah baru di Iran.

"Kami berada dalam masa transisi kekuasaan secara demokratis yang sedang berlangsung di Tehran," cuit Araghchi, Sabtu (17/7/2021) malam.

"Tentu saja pembicaraan Wina harus menunggu pemerintah baru di Iran," tegas wakil menlu Iran.

Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Inggris harus memahami hal ini dan berhenti menghubungkan masalah lain dengan JCPOA.

"Menahan pertukaran (tawanan) sebagai sandera untuk tujuan politik akan menyebabkan hilangnya pertukaran dan kesepakatan," papar diplomat senior Iran ini.

"10 tahanan dari semua pihak dapat dibebaskan besok, jika Amerika Serikat dan Inggris memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian yang telah disepakati," pungkasnya.(PH)

Tags