Jul 19, 2021 20:45 Asia/Jakarta
  • Pesan Haji Rahbar
    Pesan Haji Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di pesan hajinya kepada umat Muslim dunia menyebut harapan berkepanjangan untuk mengunjungi Baitullah merupakan ujian yang akan berlalu.

Seraya menyebut pesan-pesan haji tidak akan pernah luntur, Rahbar menilai perlawanan menghadapi kekuatan-kekuatan agresor terutama AS termasuk di antara pesan luhur haji.

Rahbar juga mengisyaratkan tantangan dan kesulitan Dunia Islam dan menjaga elemen-elemen perlawanan dan kebangkitan terutama di Palestina, Yaman dan Irak merupakan realitas penuh harapan yang muncul di kawasan.

"Janji Ilahi yang pasti ditepati adalah bantuan kepada para pejuang, dan buah pertama dari perjuangan ini mencegah AS dan negara arogan lain mencampuri serta melakukan kejahatan di negara-negara Muslim," tegas Ayatullah Khamenei

Manasik Haji

Seperti yang dijelaskan Rahbar, haji sumber kekuatan umat Islam di berbagai bidang, oleh karena itu, urgensitas dan efektivitas ibadah haji tidak boleh dilupakan dalam kondisi apa pun.

Pesan haji Rahbar tahun ini penting dari dua sisi:

Pertama, penekanan akan urgensitas menjaga resistensi dan muqawama melawan kekuatan arogan di tingkat nasional, regional dan internasional.

Kedua, menjelaskan efek penuh berkah kebangkitan bangsa Muslim yang memunculkan kebangkitan anti-kubu arogan dunia.

Ayatullah Khamenei saat menjelaskan urgensitas masalah ini mengatakan, bangsa-bangsa di kawasan telah menunjukkan bahwa mereka terjaga dan waspada dengan mengambil pendekatan berbeda dari beberapa pemerintah yang masih berusaha menjaga supaya Amerika Serikat tetap puas dengannya, bahkan dengan mengabaikan masalah penting Palestina.

Penyelenggaraan manasik haji Ibrahimi dengan mempertimbangkan elemen pemersatu, memiliki efek mendalam pada nasib umat Islam dan semua negara tertindas dari rezim arogan. Oleh karena itu, Rahbar menjelaskan, Seluruh upaya Republik Islam Iran yang membuat kubu arogan dunia cemas dan marah adalah mengajak kepada perlawanan. Perlawanan menghadapi intervensi dan kejahatan AS serta kekuatan agresor lain, serta meraih kesadaran akan masa depan Dunia Islam dengan bersandar pada ajaran Islam

Seperti dijelaskan di pesan Rahbar, wajar AS dan sekutunya sangat sensitif dengan kata 'perlawanan' dan memusuhi 'Front Muqawama Islam'.

Rahbar terkait hal ini menyebut upaya propaganda AS untuk menyimpangkan tekad, tuntutan dan kinerja para pemuda pemberani kubu perlawanan di Irak, Suriah, Lebanon dan negara lain, kemudian menyalahkan Iran atau sumber yang lain, jelas merupakan penghinaan terhadap para pemuda pemberani dan bangkit itu, dan ini disebabkan oleh tidak dimilikinya pemahaman yang benar oleh AS terkait bangsa-bangsa kawasan.

Pemahaman keliru ini, katanya, menyebabkan AS harus menanggung kehinaan di Afghanistan, setelah masuk ke negara itu 20 tahun lalu dengan penuh kebisingan, dan setelah penggunaan persenjataan, bom dan tembakan terhadap warga sipil tanpa perlindungan, mereka merasa terjebak, lalu menarik pasukan serta peralatan militernya dari sana.

"Akan tetapi rakyat Afghanistan yang sadar harus berhati-hati terhadap instrumen intelijen dan senjata-senjata lunak AS di negara mereka, dan harus berdiri menghadapinya dengan penuh kewaspadaan," ujar Rahbar.

Pengalaman lebih dari tiga dekade menunjukkan bahwa kehadiran Amerika di Asia Barat telah mengobarkan perang, pembantaian, instabilitas dan kehancuran serta kemunduran berbagai negara, dan kini Amerika harus memberi jawaban atas dampak pahit intervensinya di kawasan.

Pesan Rahbar kepada Muslim dunia bertepatan dengan ibadah haji dari sisi ini memiliki poin penting dan strategis di mana memanfaatkan isinya, khususnya di kondisi sensitif saat ini memainkan peran menentukan bagi nasib Dunia Islam dan bangsa kawasan. (MF)

 

Tags