Jul 22, 2021 09:06 Asia/Jakarta

Misi Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran adalah untuk mempertahankan perbatasan laut serta melindungi sumber daya dan kepentingan Republik Islam Iran di laut.

Dalam kaitan ini, Angkatan Laut Iran telah meningkatkan misinya ke level kekuatan strategis dan memiliki kemampuan untuk hadir di perairan internasional demi menjaga keamanan maritim.

Laksamana Hossein Khanzadi, Komandan Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran

Laksamana Hossein Khanzadi, Komandan Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran, hari Selasa (20/07/2021), melakukan kunjungan ke Region 1 Angkatan Laut Militer Iran di Bandar Abbas.

Mengacu pada kemajuan Angkatan Laut, Laksanama Khanzadi mengatakan, "Jika hari ini armada Angkatan Laut Militer Iran mengibarkan bendera suci Islam Iran di kejauhan dan kapal angkatan laut telah mampu memasuki wilayah perairan dunia, tidak diragukan lagi itu karena didukung oleh para pemuda revolusioner dan bersemangat dari negara ini.

Pasukan strategis Angkatan Laut Militer maupun pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam dalam rangka menjaga keamanan laut, telah berulang kali menunjukkan kekuatan pencegahnya. Mereka telah membuat kemajuan yang signifikan dalam menjalankan misi yang ditugaskan kepadanya.

Melanjutkan proses ini, kapal perang multiguna pertama Angkatan Laut Militer Iran dengan nama Makran, yang berfungsi sebagai kapal pelabuhan bergerak dan merupakan salah satu infrastruktur kunci yang mendukung peralatan tempur laut yang sudah diperluas, telah bergabung dengan Armada Selatan Angkatan Laut.

Kapal pelabuhan Makran adalah salah satu kapal terbaru Militer Republik Islam Iran, yang bergabung dengan Angkatan Laut pada Januari 2021. Dengan diperolehnya kapal pelabuhan ini, sebuah langkah penting diambil untuk menjalankan misi angkatan laut.

Misi Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran adalah untuk mempertahankan perbatasan laut serta melindungi sumber daya dan kepentingan Republik Islam Iran di laut.

Kapal perang multiguna Makran milik Angkatan Laut Republik Islam Iran dirancang untuk melakukan misi angkatan laut di perairan terpencil untuk memerangi ketidakamanan dan aksi bajak laut, terutama di Teluk Aden dan Laut Merah. Kapal perang ini memiliki fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk peperangan elektronik, operasi rudal, drone dan operasi khusus.

Armada ini dikirim ke Atlantik pada Mei 2021 sebagai bagian dari misi yang ditugaskan.

Armada strategis ke-77 Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran, yang terdiri dari kapal perusak Sahand yang seluruhnya diproduksi di dalam negeri dan kapal perang multiguna Makran, kini hadir di Samudra Atlantik untuk pertama kalinya guna menunjukkan kemampuan Republik Islam Iran di bidang maritim. Kehadiran angkatan laut yang berwibawa ini menunjukkan otoritas dan kekuatan Republik Islam Iran.

Situs berita Amerika, Business Insider, dalam laporan terbarunya tentang kemajuan angkatan laut dalam membangun kembali dan memodernisasi armadanya menulis, "Hari ini, Iran mengirim kapalnya ke berbagai misi di lautan."

Laksamana Habibollah Sayyari, Deputi Koordinator Militer Iran menekankan pentingnya kehadiran ini. "Kami menganggap kehadiran di perairan internasional sebagai hak yang tidak dapat dicabut dari angkatan laut strategis Militer Republik Islam Iran dan kami akan melanjutkan jalan ini dengan penuh kekuatan," tegas Laksamana Sayyari.

Kapal perang multiguna Makran

Saat ini, Angkatan Laut Iran memiliki kemampuan untuk menggunakan peralatan dan senjata canggih di medan perang angkatan laut untuk mempertahankan kehadiran yang kuat dalam menjaga keamanan dari pantai Teluk Persia dan Laut Oman ke Samudra Hindia dan Samudra Atlantik dan hadir di mana saja di perairan internasional.

Kehadiran armada pelayaran Iran di empat jalur ekonomi dunia di Samudra Hindia Utara dan pelaksanaan misi angkatan laut di Samudra Atlantik menunjukkan kemampuan ini di arena maritim.

Tags