Jul 27, 2021 18:03 Asia/Jakarta
  • Laksamana Khanzadi bersama sejawatnya dari Rusia
    Laksamana Khanzadi bersama sejawatnya dari Rusia

Laksamana Hossein Khanzadi, komandan angkatan laut Republik Islam Iran dan Komandan AL Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov di pertemuan mereka di Pelabuhan St. Petersburg membahas mekanisme peningkatan dan perluasan kerja sama maritim.

Urgensitas langkah bersama demi memperkuat hubungan penuh pertahanan dan keamanan, penyelenggaraan manuver maritim bersama, peningkatan kehadiran armada laut kedua negara di wilayah strategis di dunia, serta konvergensi lebih besar kedua negara melawan ancaman kolektif termasuk agenda pembicaraan kedua komandan angkatan laut Iran dan Rusia.

Pertemuan ini digelar di sela-sela kehadiran Armada 77 AL Iran di parade maritim Rusia bertepatan dengan HUT ke-325 pembentukan armada laut negara ini. Komandan AL Iran menghadiri acara ini sebagai tamu istimewa.

Kehadiran paling kuat di antara angkatan laut yang terlibat di parade maritim Rusia adalah milik Republik Islam Iran yang mengirim dua kapal Makran dan Sahand.

Laksamana Khanzadi, komandan AL Iran

Kerja sama militer di tingkat ini memiliki makna khusus dalam perspektif analis dan pakar riset strategis.

Center For Strategic Studies Tabyin di analisanya terkait kemampuan dan kapasitas angkatan laut Iran seraya mengisyaratkan penyelenggaraan manuver militer bersama Iran, Rusia dan Cina yang digelar 27 Desember 2019 di utara Samudra Hindia dan Laut Oman menulis, "Kerja sama ini dapat dianalisa berdasarkan pandangan "Realisme Defensif". Pandangan ini meyakini di kondisi ketika sebuah negara berusaha menciptakan ancaman bagi seluruh negara, maka negara-negara tersebut dapat membalas ancaman ini dengan bersama-sama meningkatkan kemampuan dan kapasitas, serta menciptakan perimbangan atas ancaman tersebut. Di antara ancaman yang diciptakan Amerika terhadap kawasan adalah kehadiran luas pasukan negara ini di sekitar perbatasan geografi Iran."

Pertemuan petinggi AL Iran dan Rusia di level ini mengindikasikan pentingnya kerja sama strategis khususnya di kawasan Asia Barat.

Kawasan Asia Barat dan Teluk Persia senantiasa sangat penting di mata Amerika Serikat. Negara ini, berdasarkan pandangan pakar seperti Alfred Mahan yang menekankan pentingnya wilayah strategis Asia Barat, setelah perang dunia kedua senantiasa berusaha memaksakan hegemoninya ke wilayah ini dengan berbagai cara.

Republik Islam Iran berdasarkan prinsip dan strategi independen di kebijakan luar negerinya yang berumpu pada penentangan terhadap hegemoni Amerika di sistem internasional, menekankan pentingnya Amerika dan seluruh negara Barat secepatnya keluar dari kawasan, dan Tehran berulang kali menggulirkan masalah ini di mana keamanan kawasan harus dijamin oleh negara-negara kawasan sendiri.

Kemampuan militer-keamanan Republik Islam Iran yang saat ini telah terbukti di berbagai dimensi, telah menumbuhkan motivasi di negara-negara seperti Rusia yang memandang Iran sebagai salah satu mitra yang dapat dipercaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan dengan bertumpu pada kapasitas internal.

Angkatan laut Iran dalam hal ini memiliki kapasitas khusus. Republik Islam Iran sejak lama mengumumkan kesiapannya bekerja sama dengan negara tetangga untuk menjamin keamanan Teluk Persia dengan menggulirkan prakarsa perdamaian Hormuz.

Strategi ini bertumpu pada kerja sama dan multilateralisme, menjelaskan komitmen Iran untuk menjaga keamanan perairan penting. Kini armada AL Iran terdiri dari kapal perusak produksi dalam negeri Sahand dan Kapal Makran hadir di perairan internasional untuk menunjukkan kemampuan pertahanan dan defensif Republik Islam Iran.

Kehadiran kuat ini menuntukkan posisi dan peran strategis Iran di konstelasi keamanan kolektif di kawasan. (MF)

 

Tags