Aug 07, 2021 08:05 Asia/Jakarta

Dalam pidato resmi pertamanya, Presiden Kedelapan Republik Islam Iran menjelaskan pendekatan kebijakan luar negeri pemerintah baru di Iran untuk memastikan kepentingan nasional di kancah regional dan internasional.

Ebrahim Raisi pada Kamis  (05/08/2021) sore, pasca pengambilan sumpah di Parlemen Iran dan di depan mata para pejabat dunia dan tokoh politik serta perwakilan organisasi regional dan internasional, menekankan bahwa pemerintah baru di Iran akan menggunakan semua alat kekuatan nasional seperti "diplomasi dan interaksi cerdas" dengan dunia demi menjamin kepentingan dan maslahat nasional Republik Islam Iran.

Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Pada saat yang sama, Presiden Kedelapan Republik Islam Iran menyatakan bahwa prioritas politik luar negeri pemerintahnya adalah memberikan perhatian khusus kepada negara-negara tetangga dan kawasan. Dalam menjelaskan menjelaskan tujuan memperkuat kekuatan Iran, Presiden Raisi menyatakan bahwa kekuatan Republik Islam Iran di kawasan itu adalah menciptakan keamanan.

Setelah kemenangan Revolusi Islam, prioritas terpenting dan utama kebijakan luar negeri Iran adalah perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga. Iran menganggap keamanan dan stabilitas negara-negara tetangga dan kawasan sebagai keamanan dan stabilitasnya.

Iran menganggap kerja sama dan dialog regional sebagai prinsip penting dan mendasar untuk mencapai perdamaian dan ketenangan di kawasan. Dalam konteks ini, presiden baru Iran, dalam menggambarkan kebijakan luar negerinya mengatakan akan menjulurkan tangan persahabatan ke negara-negara tetangga dan kawasan.

Pengalaman 10 tahun terakhir perkembangan di kawasan Asia Barat telah menunjukkan dengan baik bahwa kapasitas regional Republik Islam Iran telah melayani perdamaian dan stabilitas di negara-negara kawasan ini.

Dalam pidato resmi pertamanya, Presiden Kedelapan Republik Islam Iran menjelaskan pendekatan kebijakan luar negeri pemerintah baru di Iran untuk memastikan kepentingan nasional di kancah regional dan internasional.

Dukungan lapangan Iran yang tak tergoyahkan bagi pemerintah Suriah dan Irak dalam perang melawan kelompok teroris daesh (ISIS) dan kekalahannya merupakan indikasi yang jelas dari penggunaan kemampuan regional Iran untuk mendukung bangsa dan pemerintah di kawasan itu melawan ancaman trans-regional.

Iran memiliki kemampuan yang baik di bidang pertahanan, militer, ekonomi, ilmu pengetahuan dan industri, dan kemampuan ini melayani negara-negara tetangga dan kawasan serta tidak pernah melawan mereka. Seperti yang secara tegas ditekankan oleh Presiden baru Iran kepada pejabat kawasan dan negara-negara tetangga yang berpartisipasi dalam pelantikannya, kapasitas regional Iran hanya akan digunakan untuk melawan pihak asing dan kekuatan hegemonik.

Dalam keadaan seperti ini, Iran selalu menganggap solusi krisis regional dengan dialog di dalam kawasan dan menganggap kehadiran dan intervensi pasukan asing merugikan stabilitas dan keamanan regional.

Interaksi dan hubungan luas Iran dengan kawasan dan negara-negara tetangga adalah kepentingan kedua belah pihak, dan jika ini tercapai dengan baik, alat sanksi dan guncangan global tidak dapat mempengaruhi kepentingan ekonomi dan politik negara-negara ini.

Map Republik Islam Iran

Iran memandang kemajuan dan perkembangan negara tetangga menguntungkannya dan kawasan. Karena kemajuan negara-negara di kawasan dan negara tetangga adalah untuk memperkuat akar stabilitas dan keamanan kawasan Asia Barat.

Republik Islam Iran serta negara-negara tetangga dan kawasan Asia Barat memiliki berbagai kesamaan. Di sini, Presiden Raisi mengingatkan prinsip penting ini dalam menjelaskan kebijakan luar negerinya, seraya menekankan pada perluasan lebih lanjut interaksi dengan tetangga dan negara-negara di kawasan.

Tags