Aug 26, 2021 10:18 Asia/Jakarta

Babak baru dan pengalaman baru kerja sama bersama Tehran-Moskow telah dimulai dengan partisipasi negara-negara kawasan dan dengan tema "perdamaian dan stabilitas" serta "solusi" masalah regional.

Brigadir Jenderal Saeed Shabanian, Wakil Koordinator Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran dan Ketua Delegasi Republik Islam Iran di Pameran dan Kompetisi Teknik Militer Internasional ke-7 Rusia, dalam sebuah wawancara dengan IRNA pada hari Selasa (24/08/2021), menjelaskan masalah ini.

Brigadir Jenderal Saeed Shabanian, Wakil Koordinator Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran

Menurutnya, hubungan dan kerja sama antara Republik Islam Iran dan Federasi Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah mengikuti jalur yang menguntungkan dan maju serta telah mencapai tahap saling percaya yang baik dan efektif dalam masalah bilateralو regional dan internasional.

Wakil Koordinator Kemenhan Republik Islam Iran menyatakan bahwa keinginan serius Pemerintah dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran adalah untuk mengembangkan kerja sama di semua tingkatan dengan Rusia.

"Kerja sama regional Tehran-Moskow, khususnya dalam membangun perdamaian dan stabilitas, telah menciptakan pengalaman baru bagi kerja sama bersama dan tentunya partisipasi negara-negara di kawasan dalam menyelesaikan masalah regional," ungkap Shabanian.

Pernyataan itu muncul ketika para pejabat Iran dan Rusia mengumumkan diadakannya latihan angkatan laut bersama Iran-Rusia-Cina antara akhir 2021 dan awal 2022 di Teluk Persia.

Mengingat kebutuhan untuk meningkatkan keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman, Republik Islam Iran telah meningkatkan kekuatan angkatan lautnya dengan tujuan pencegahan sesuai dengan ancaman. Mengadakan latihan bersama dengan negara lain juga merupakan salah satu strategi Iran untuk memperkuat keamanan di kawasan.

Pentingnya kerja sama ini dapat dilihat dari dua aspek.

Aspek pertama, mengembangkan dan memperkuat kerja sama pertahanan dan militer bilateral dan multilateral di bidang keamanan dan pertahanan.

Babak baru dan pengalaman baru kerja sama bersama Tehran-Moskow telah dimulai dengan partisipasi negara-negara kawasan dan dengan tema "perdamaian dan stabilitas" serta "solusi" masalah regional.

Menyelenggarakan latihan gabungan seperti latihan angkatan laut gabungan Iran, Rusia dan Cina pada Desember 2019 menunjukkan bahwa Republik Islam Iran menginginkan kerja sama dan partisipasi negara-negara di kawasan dalam proyek keamanan bersama.

Ali Ismaili Ardakani, seorang analis politik dan kerja sama strategis, terkait pentingnya tingkat hubungan ini mengatakan:

"Iran dan Rusia percaya bahwa dengan saling membantu satu sama lain, mereka dapat mencapai tujuannya dengan memperluas kerja sama ekonomi, politik, dan militer untuk menggagalkan Washington mencapai tujuan-tujuannya. Pada saat yang sama, perjuangan melawan ketamakan AS di bidang politik, keamanan dan ekonomi dapat membuka jalan bagi konsensus tentang perlunya mengubah perilaku AS dalam masalah internasional lainnya."

Aspek kedua, Iran memiliki posisi geopolitik di kawasan Asia Barat, dan posisi ini penting karena perannya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan. Oleh karena itu, kerja sama militer dan keamanan Iran dengan negara-negara besar seperti Rusia dan Cina memiliki arti khusus dari sudut pandang para analis dan lembaga-lembaga think tank.

Lembaga Stategis Tabyin menulis dalam sebuah analisis tentang pentingnya kerja sama militer Iran-Rusia:

"Kerja sama ini dapat dianalisis berdasarkan teori realisme defensif. Teori ini berpendapat bahwa ketika suatu negara mencoba untuk menimbulkan ancaman terhadap negara lain, negara-negara tersebut dapat mensinergikan kekuatan dan kapasitas mereka untuk menanggapi ancaman awal itu dan, pada kenyataannya, menyeimbangkan dirinya dengan ancaman itu. Di antara ancaman yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat di kawasan adalah kehadiran besar pasukan AS di sekitar perbatasan geografis Iran dan Rusia."

Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam percakapan telepon baru-baru ini dengan Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi, menekankan bahwa pengembangan hubungan dengan Iran sangat penting bagi Rusia. Putin mengatakan, "Kami menyambut dan mendukung proposal untuk menyimpulkan perjanjian kerja sama bilateral yang komprehensif."

Sejatinya, dapat dikatakan bahwa kemampuan militer-keamanan Republik Islam Iran telah memberikan kepercayaan kepada negara-negara seperti Rusia untuk memandang Republik Islam Iran sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Tags