Aug 26, 2021 17:18 Asia/Jakarta
  • Rapat perdana kabinet Presiden RII Sayid Ebrahim Raisi, Kamis (26/8/2021).
    Rapat perdana kabinet Presiden RII Sayid Ebrahim Raisi, Kamis (26/8/2021).

Kabinet pemerintahan Presiden baru Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi menggelar rapat perdana pada hari Kamis, 26 Agustus 2021.

Mereka menandatangani perjanjian yang mengikat diri masing-masing pada 10 prinsip dari cita-cita Revolusi Islam, wacana para pemimipin revolusi dan pengawasan atas program-program pemerintah.

Dalam rapat tersebut, Raisi mengatakan rakyat harus merasakan kemajuan dan penegakan keadilan.

"Di beberapa sektor, kita tertinggal jauh dan ini harus diperbaiki," tegasnya seperti dilaporkan IRIB.

Dia menekankan bahwa tidak ada istilah jalan buntu dalam sistem wilayatul faqih. Hari ini Pemimpin Besar Revolusi Islam mengetahui dan menguasai semua urusan negara, dan mekanisme telah dirancang sehingga kita tidak menemui jalan buntu.

"Rakyat harus merasakan kemajuan dan penegakan keadilan, dan keadilan bukan dalam kata-kata. Para menteri juga harus mengenali celah yang menimbulkan korupsi sehingga kita tidak menemui masalah," imbuh Raisi.

Menurutnya, parameter terbaik keadilan adalah penegakan hukum. Di bagian lain, presiden Iran mengatakan bahwa dalam jangka pendek, kita harus menjamin masalah vaksinasi dan kesehatan masyarakat.

"Penanganan wabah virus Corona sudah berjalan baik, tetapi itu tidak cukup dan perlu dilipatgandakan upaya," pungkasnya. (RA)

 

Tags