Sep 12, 2021 17:48 Asia/Jakarta
  • PM Irak Mustafa al-Kadhimi (kiri) dan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengikuti upacara kenegaraan di Tehran, Minggu 12 September 2021.
    PM Irak Mustafa al-Kadhimi (kiri) dan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengikuti upacara kenegaraan di Tehran, Minggu 12 September 2021.

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi bersama tujuh menteri kabinet dan penasihat keamanan nasional negaranya tiba di Tehran pada Minggu (12/9/2021) pagi untuk bertukar pandangan dengan para pejabat Iran.

Para pemimpin Irak dan Iran akan membahas isu keamanan dan kerja sama bilateral dalam memerangi terorisme serta pengembangan hubungan ekonomi. Kedua pihak juga akan mengevaluasi hasil Konferensi Tingkat Tinggi Baghdad dan menindaklanjuti proses hukum terhadap militer AS atas kejahatannya membunuh Jenderal Qasem Soleimani.

Kunjungan al-Kadhimi yang dilakukan di era pemerintahan baru Iran, merupakan bukti atas perhatian pemerintah Baghdad terhadap pengembangan hubungan dengan Tehran.

Pada dasarnya, pengembangan hubungan dengan Iran sangat penting bagi Irak karena dua alasan. Pertama karena urgensitas untuk memperkuat kerja sama politik dan keamanan. Peran efektif Iran dalam membantu memecahkan masalah Irak dan dukungannya dalam perang menumpas Daesh merupakan lembaran emas dalam hubungan kedua negara, yang tidak akan pernah terlupakan.

Kedua, Iran membantu menyelesaikan kendala infrastruktur ekonomi Irak termasuk masalah rekonstruksi. Irak sangat membutuhkan impor energi dan listrik, dan kerja sama transportasi dengan Iran juga memiliki nilai strategis bagi negara Arab tersebut.

Iran dan Irak sebelumnya telah berdiskusi tentang pelaksanaan perjanjian-perjanjian bilateral, termasuk pembangunan jalur kereta api antara Khorramshahr-Basrah. Jalur ini akan tersambung ke koridor internasional utara-selatan dan timur-barat, sehingga Irak dapat mengirim produk ekspornya via Iran ke belahan lain dunia mulai dari Eurasia hingga ke Eropa.

Dapat dikatakan bahwa Iran dan Irak memiliki kapasitas yang sangat beragam untuk kerja sama ekonomi dan politik.

“Hubungan Iran-Irak sangat penting dengan melihat kesamaan geografis, sosial, agama, dan hubungan masyarakat yang dekat. Hubungan ini lebih dari sekedar hubungan diplomatik dan strategis,” kata Mosaeb Naemi, seorang pakar masalah Asia Barat.

Iran dan Irak memiliki kepentingan bersama di kawasan. Jadi, sudah sewajarnya kedua pihak untuk mewaspadai ancaman-ancaman kolektif di kawasan. Untuk itu, salah satu agenda kunjungan ini berfokus pada isu keamanan dan penguatan diplomasi regional.

Dalam situasi saat ini, hal yang penting bagi Republik Islam Iran dalam hubungannya dengan Irak adalah kepentingan bersama, keamanan, martabat, posisi yang kuat di tingkat regional, dan pemulihan situasi di Negeri Kisah 1001 Malam itu.

Irak punya pengalaman pahit dengan kehadiran pasukan AS. Sama seperti di Afghanistan, Amerika Serikat hanya membawa kekacauan, perang, terorisme, dan konflik sektarian di Irak.

Kunjungan al-Kadhimi ke Tehran harus dianggap sebagai pertemuan yang sangat penting dengan memperhatikan persoalan-persoalan di atas. Ditambah lagi, AS dan Israel sedang mencoba untuk merusak hubungan Iran dengan negara-negara di kawasan. (RM)

Tags