Sep 16, 2021 16:55 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi Kamis (16/9/2021) berkunjung ke Dushanbe atas undangan resmi sejawatnya dari Tajikistan, Emomali Rahmon dan untuk menyampaikan pidato di KTT SCO.

Selama kunjungan ini, presiden Iran akan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin dan delegasi yang hadir di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Presiden Raisi usai KTT SCO atas undangan resmi presiden Tajikistan, akan menggelar perteuan bilateral.

Kunjungan pertama Sayid Ebrahim Raisi ke Tajikistan sebagai seorang presiden sangat urgen dari dua sisi;

Pertama, undangan resmi dari presiden Tajikistan dan pertemuan bilateral dengan petinggi negara yang memiliki hubungan dengan Iran. Kehadiran delegasi tinggi yang terdiri dari petinggi politik dan ekonomi yang menyertai Presiden di kunjungan kali ini menunjukkan perhatian atas tujuan bilateral di hubungan dengan Tajikistan dan dialog terkait kerja sama baru yang menjadi prioritas diplomasi regional pemerintah ke-13.

Kedua, kehadiran presiden Iran di KTT SCO sebagai anggota pengamat dan pidato di sidang ini pastinya akan mengusung ide dan tujuan bilateral atau pun multilateral serta menjelaskan sikap Republik Islam terkait stabilitas dan keamanan regional khususnya terkait kondisi Afghanistan dan seluruh isu kawasan dan internasional.

Iran dan SCO

Dari sudut pandang ini, lawatan luar negeri pertama presiden Iran ke Tajikistan dan partisipasi di KTT SCO memiliki pesan khusus.

Pembentukan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dua dekade lalu dan kini organisasi ini menjadi teladan regionalisme baru di Asia dengan keanggotaan negara-negara penting kawasan. Negara-negara besar seperti Rusia dan Cina yang menjadi anggota berpengaruh SCO saat ini memiliki hubungan dengan Iran sebagai anggota pengamat.

Kozehgar Kaleji, pengamat Asia Tengah dan Kaukasus saat mengevaluasi urgensitas kerja sama Iran dan SCO mengisyaratkan berbagai kerja sama di bidang energi, transportasi dan perdagangan serta menilainya memiliki urgensitas strategis di kawasan.

Di geografi zona SCO, hubungan transit dan perdagangan dengan perairan bebas memiliki nilai penting, yang dapat diakses melalui jalur Iran, karena negara ini memiliki rute dan jalur penghubung terpenting di Asia Barat. Misalnya Pelabuhan Chabahar dan akses rel kereta api serta jalan yang menghubungkan ke pelabuhan ini melalui jalur akses ke Asia Timur dan akses ke Asia Tengah dan Asia Barat, merupakan peluang emas bagi anggota SCO.

Sementara dari sisi keamanan kolektif di kawasan, harus dikatakan menginat tujuan SCO yang dibentuk berdasarkan prinsip multilateral, kerja sama Iran dan SCO selaras dengan konvergensi regional dan multilateralisme.

Transformasi satu dekade lalu di kawasan telah membuktikan peran penting Iran di kerja sama strategis dengan Rusia dalam melawan terorisme di Suriah dan menjaga kepentingan bersama di hadapan ancaman kolektif. Hal ini sangat penting bagi tujuan SCO.

Strategi Republik Islam Iran adalah kerja sama regional, memperkuat interaksi politik, keamanan, ekonomi, perdagangan, budaya dan pengembangan multilateralisme melawan unilateralisme Barat. Mempertimbangkan komponen-komponen tersebut, dapat dikatakan bahwa alasan ketertarikan Iran untuk bekerja sama dengan SCO adalah menekankan pada komponen-komponen tersebut dan menciptakan kapasitas baru untuk interaksi bilateral dan multilateral serta saling menguntungkan. Pentingnya kehadiran Presiden Iran Sayid Ebrahim Reisi di KTT SCO dapat dinilai dalam konteks ini. (MF)

 

 

 

Tags