Sep 25, 2021 10:43 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir-Abdollahian.
    Hossein Amir-Abdollahian.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan para pelaku pembunuhan Jenderal Syahid Qasem Soleimani, pahlawan nasional dan komandan kontra-terorisme, harus dihukum.

“Bagi kami, kasus ini tidak akan ditutup. Para pelaku serangan teror terhadap pahlawan nasional Iran dalam perang melawan terorisme harus dihukum,” kata Hossein Amir-Abdollahian dalam wawancara dengan televisi NBC di New York, Jumat (24/9/2021).

Ia juga berbicara tentang kesiapan Iran untuk memulai kembali pembicaraan nuklir di Wina. Menurutnya, pemerintah AS telah mengirim sinyal negatif dengan tidak mencabut sanksi ekonomi dan menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran.

Amir-Abdollahian menambahkan, Presiden AS Joe Biden harus mendukung retorika diplomatiknya dengan tindakan nyata dan menunjukkan kepada Tehran bahwa Washington serius untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015.

“Mereka (AS) berkata bahwa kami siap memenuhi kembali kewajiban kami secara penuh, tetapi mereka tidak mengambil langkah apa pun untuk menunjukkan hal ini dan membuktikan tekad nyatanya kepada pemerintah baru dan rakyat Iran. Lebih buruk lagi, AS secara bersamaan menerapkan sanksi baru,” jelasnya.

Menlu Iran menuturkan Biden mengkritik perilaku Trump terhadap Iran, tetapi pada saat yang sama, semua sanksi yang dijatuhkan Trump kepada rakyat Iran tetap dilanjutkan oleh Biden dengan cermat.

“Kami membiarkan jendela diplomasi dan perundingan tetap terbuka, kami akan segera kembali ke perundingan,” tegasnya. (RM)

Tags