Sep 30, 2021 13:54 Asia/Jakarta
  • Ketua AEOI, Mohammad Eslami
    Ketua AEOI, Mohammad Eslami

Ketua Badan Energi Atom Iran, AEOI mengatakan, Badan Energi Atom Internasional, IAEA sebagai lembaga independen, dan internasional, tidak boleh menjadi pion kelompok-kelompok teroris.

Mohammad Eslami, Kamis (30/9/2021) dalam wawancara dengan Sputnik menyinggung sikap terbaru IAEA terkait program nuklir Iran.

Ia menuturkan, terorisme nuklir dengan senjata fitnah, kertas dan foto satelit fiktif, serta bukti tidak benar, melemparkan tuduhan-tuduhan terhadap program nuklir Iran, dan perilaku semacam ini sudah usang.

Ketua AEOI menambahkan, "Iran dalam kerangka IAEA Safeguards, mematuhi aturan yang berlaku, dan memegang teguh prinsip kepatuhan pada Traktat Non-Proliferasi Nuklir, NPT."

Menurut Eslami, program nuklir Republik Islam Iran adalah damai, dan batas pengayaan uranium ditetapkan berdasarkan level untuk melaksanakan proyek-proyek damai.

Selanjutnya Ketua AEOI menjelaskan, inspeksi IAEA terus dilakukan, dan berdasarkan kewajiban pengawasan IAEA, inspeksi-inspeksi ini dilakukan melalui kamera-kemera atau kunjungan para inspektur.

"Karena gangguan, dan permusuhan atas Iran, maka bentuk perilaku terhadap program nuklir negara kami juga menjadi politis, dan diskriminatif, perilaku semacam ini sepenuhnya melanggar hukum dan tertolak," paparnya.

Eslami menegaskan, "Republik Islam Iran selama ini terus bersabar dalam rangka membangun kepercayaan, dan bersikap dengan berlandaskan niat baik."

"Jalan keliru yang diambil Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa harus dihentikan, dan tidak boleh merusak kepentingan rakyat Iran, lebih parah dari sekarang," pungkasnya. (HS)

Tags