Okt 03, 2021 20:03 Asia/Jakarta
  • Mohammad Eslami.
    Mohammad Eslami.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran mengatakan Republik Islam berusaha untuk memenuhi sekitar 50% dari kebutuhan listriknya melalui energi nuklir.

Mohammad Eslami dalam wawancara dengan kantor berita Sputnik, Minggu (3/10/2021), menambahkan Tehran akan meneruskan pengayaan uranium, tapi kami tidak akan pernah menggunakannya untuk membangun senjata nuklir.

"Kami telah menetapkan tujuan untuk memenuhi 50% dari kebutuhan negara kepada 10.000—16.000 MW listrik dengan membangun pembangkit listrik (nuklir) baru dengan kapasitas gabungan 8.000 MW," jelasnya.

Menurut Eslami, Barat tidak ingin negara lain memiliki akses ke teknologi maju di bidang energi nuklir. Dalam pandangan mereka, semua kemajuan dan penemuan di bidang ini harus secara eksklusif berada di bawah kendali dan pengawasan Barat.

Iran, lanjutnya, adalah sebuah negara kaya dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Hal ini memungkinkan Iran untuk mengembangkan teknologi nuklirnya sendiri dan membangun basis pelatihan ilmiahnya di bidang energi nuklir.

"Berdasarkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Perjanjian Perlindungan Komprehensif, tim inspektur IAEA telah melakukan inspeksi secara langsung dan menggunakan kamera selama bertahun-tahun. Langkah ini dilakukan sesuai dengan Statuta IAEA," ungkap Eslami.

Dia menegaskan rezim atau negara yang memusuhi Iran, secara sengaja dan tidak sah mempolitisasi proses ini, yang merupakan bentuk diskriminasi. (RM)

Tags