Okt 06, 2021 17:10 Asia/Jakarta
  • Zahra Ershadi.
    Zahra Ershadi.

Wakil Duta Besar Iran untuk PBB, mengecam penafsiran keliru agama yang dipakai oleh kelompok-kelompok teroris untuk membenarkan terorisme mereka.

Hal itu disampaikan Zahra Ershadi dalam pertemuan Gerakan Non-Blok (GNB) di Komite Keenam Majelis Umum PBB pada hari Selasa (5/10/2021), seperti dilaporkan Iran Press.

Dia menegaskan kembali fakta bahwa terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis mana pun.

"Terorisme tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun. Atribusi ini tidak boleh dipakai untuk membenarkan tindakan terorisme atau kontra-terorisme yang mencakup antara lain, pembuatan profil tersangka teror dan gangguan privasi individu," kata Ershadi.

"GNB dengan tegas menolak terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, serta semua tindakan, metode, dan praktik terorisme di mana pun dan oleh siapa pun, termasuk yang melibatkan negara secara langsung atau tidak langsung," tambahnya.

"Tindakan teroris membahayakan integritas teritorial dan stabilitas negara serta keamanan nasional, regional, dan internasional," ujar Ershadi.

Wakil Dubes Iran untuk PBB ini meminta semua negara untuk memerangi terorisme, termasuk dengan menuntut atau mengekstradisi para pelaku aksi teror.

Dia menyatakan penolakannya terhadap penggunaan atau ancaman penggunaan kekuatan, yang dilakukan oleh negara mana pun terhadap negara anggota GNB dengan dalih memerangi terorisme. (RM)

Tags