Okt 17, 2021 19:05 Asia/Jakarta
  • Aksi solidaritas ulama dan santri Iran untuk Afghanistan, Qom, Minggu (17/10/2021).
    Aksi solidaritas ulama dan santri Iran untuk Afghanistan, Qom, Minggu (17/10/2021).

Dua serangan bom bunuh diri terjadi di tengah jemaah shalat Jumat di masjid-masjid Syiah di Afghanistan dan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan terluka.

Ribuan ulama dan santri Hauzah Ilmiah Qom berkumpul di Madrasah Feiziyah di kota Qom, Republik Islam Iran untuk mengecam keras serangan bom tersebut.

Dalam aksi pada hari Minggu (17/10/2021) itu, mereka mengucapkan belasungkawa kepada para korban serangan bom di masjid-masjid Afghanistan dan menuntut penegakan keamanan bagi semua kelompok etnis dan mazhab di negara tersebut.

Aksi solidaritas ini dihadiri oleh Direktur Hauzah Ilmiah Iran, Ayatullah Ali Reza Arafi dan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan Sayid Ahmad Khatami, serta sejumlah pelajar asing yang sedang belajar di kota Qom.

Mereka mengusung berbagai spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap serangan teroris di masjid Syiah di Kandahar dan Kunduz, dan seruan dukungan kepada masyarakat tertindas di Afghanistan.

Sebelum aksi bubar, seorang pelajar Afghanistan membacakan beberapa tuntutan termasuk mengutuk serangan teroris baru-baru ini di negaranya.

"Kejahatan brutal dan mengerikan terhadap Muslim Syiah di Kunduz dan Kandahar adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," tegasnya.

Menurut keterangan sumber-sumber di Kandahar pada Sabtu (16/10/2021), jemaah shalat Jumat yang gugur syahid di Masjid Bibi Fatimah, Kandahar mencapai 47 orang dan 90 lainnya terluka, termasuk 15 orang dalam kondisi kritis.

Kelompok teroris Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di kota Kandahar itu.

Serangan serupa di masjid Syiah, Provinsi Kunduz terjadi pada pada 8 Oktober 2021 dan menyebabkan hampir 100 jemaah gugur syahid dan sekitar 200 lainnya terluka. Daesh juga mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah ini. (RA)

 

Tags