Okt 18, 2021 20:04 Asia/Jakarta
  • Pertemuan presiden Iran dan menlu Venezuela di Tehran.
    Pertemuan presiden Iran dan menlu Venezuela di Tehran.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi mengatakan Republik Islam ingin secara signifikan mengembangkan hubungan dengan negara-negara berkembang.

Raisi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Venezuela, Felix Plasencia di Tehran pada Senin (18/10/2021).

"Amerika Latin, khususnya Venezuela, adalah bagian dari prioritas diplomasi ekonomi Republik Islam Iran. Kami bertekad untuk mengembangkan hubungan kami dengan negara-negara tersebut," ujar Raisi.

Menurutnya, untuk mengembangkan hubungan bilateral, Tehran dan Karakas perlu memiliki rencana jangka panjang yang jelas sehingga hubungan kedua pihak berkembang secara maksimal.

"Melalui rencana kerja sama jangka panjang ini, tercipta prospek yang cerah untuk pengembangan dan penguatan hubungan," jelasnya.

Raisi berharap dengan adanya kunjungan Presiden Venezuela ke Tehran dalam waktu dekat, dapat diambil langkah-langkah baru untuk pengembangan kerja sama dan hubungan.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian (kanan) dan Menlu Venezuela Felix Plasencia.

Dalam pertemuan ini, menlu Venezuela menyampaikan salam presiden negaranya kepada presiden Iran, dan menganggap hubungan kedua negara bersahabat.

"Kedua negara bersatu melawan kekuatan hegemoni dan pihak-pihak yang ingin merusak independensi kita,” kata Plasencia.

"Republik Bolivarian Venezuela berdiri bersama Iran dalam membela multilateralisme dan melawan campur tangan Amerika Serikat," tegasnya.

Menurut menlu Venezuela, Iran merupakan negara penting dan berpengaruh di kawasan.

"Menyusun rencana hubungan jangka panjang Iran-Venezuela dapat membantu kita dalam mengembangkan hubungan. Karakas siap untuk mempererat hubungan dengan Tehran di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama," tegas Plasencia.

Menlu Venezuela berkunjung ke Tehran untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Iran. Dia diterima oleh Presiden Raisi setelah berdialog dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian. (RM)

Tags