Okt 19, 2021 11:28 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa negaranya tidak pernah meninggalkan meja perundingan, dan serius soal perundingan berorientasi hasil. Menurutnya perundingan nuklir harus menghasilkan, dan pihak lawan perundingan harus menunjukkan kesiapan untuk mencabut sanksi secara serius.

Sayid Ebrahim Raisi, Senin (18/10/2021) dalam wawancara khusus dengan televisi nasional Iran, menjelaskan Republik Islam berkomitmen dan serius atas apa yang sudah diumumkannya, sebaliknya pihak lawan perundingan juga perlu menunjukkan keseriusannya.

Presiden Iran menyinggung keanggotaan negaranya dalam kesepakatan-kesepakatan regional terutama Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO dan menuturkan, "Hubungan dengan negara-negara tetangga, dan kawasan adalah prioritas pemerintah Iran."

Sehubungan dengan situasi yang terjadi di Afghanistan, dan sikap Iran terkait masalah ini, Raisi menerangkan, "Strategi Republik Islam Iran di Afghanistan adalah mewujudkan stabilitas dan persatuan, sementara strategi Amerika Serikat adalah menciptakan kekacauan, perpecahan dan disintegrasi, dan ini sudah disadari oleh rakyat Afghanistan."

"Pemerintah Iran berharap agar pihak berkuasa di Afghanistan membentuk pemerintahan inklusif yang mengakomodir seluruh kelompok politik dan etnis yang aktif di negara itu, dan langkah ini didukung oleh Iran," ujarnya.

Terkait berlanjutnya dukungan AS terhadap kelompok teroris ISIS, dan kehadiran anasir teroris ISIS di Afghanistan, Raisi mengatakan, "AS selalu berusaha menciptakan kekacauan, dan instabilitas di kawasan terutama di Afghanistan."

Menurutnya, Afghanistan harus mampu memiliki kondisi aman dan tenang, sehingga rakyat bisa hidup dalam perdamaian, keamanan dan ketenangan. (HS)

Tags