Okt 24, 2021 19:26 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian dan Khosro Nazeri
    Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian dan Khosro Nazeri

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hossein Amir Abdollahian Sabtu (23/10/2021) saat bertemu dengan Sekjen baru Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO), Khosro Nazeri seraya menyambut implementasi sejumlah program infrastruktur dan jangka panjang di bidang transportasi, perdagangan, finansial, dan perbankan di ECO mengaku optimis bahwa program yang belum tuntas di periode sebelumnya akan diselesaikan.

Sementara itu, Nazeri di pertemuan tersebut seraya menekankan peran sentral Republik Islam Iran di ECO menghendaki berlanjutnya dukungan Iran terhadap organisasi penting regional ini.

Rencananya KTT ke-15 ECO akan digelar di Ashgabat, Turkmenistan akhir November mendatang.

Pemulihan kondisi pengembangan ekonomi berkesinambungan negara-negara anggota, penghapusan bertahap kendala perdagangan, program bersama bagi pengembangan sumber daya manusia dan percepatan program pengembangan transportasi serta komunikasi termasuk tujuan dari anggaran dasar ECO.

Zona ECO memiliki prospek perdagangan yang jelas dan Iran yang memiliki perbatasan darat dengan lima negara anggota, menempati posisi penting di kawasan karena posisi strategisnya menjadi penghubung bagi anggota lain ke perairan internasional.

ECO

Republik Islam Iran menentang unilateralisme dan senantiasa menekankan konvergensi regional dengan tujuan pengembangan ekonomi dan menjaga stabilitas serta keamanan. Dengan demikian upaya bersama negara-negara yang memiliki pandangan bersama senantiasa menjadi penekanan Iran demi merealisasikan sebuah sistem ekonomi adil dan non-diskriminatif, menjaga nilai dan budaya nasional serta meraih kemajuan ekonomi dan posisi yang bagus di hubungan internasional. Oleh karena itu, dukungan terhadap ECO dan aktivitasnya juga dalam koridor ini.

Sekaitan dengan ini, Republik Islam Iran dengan maksud mengapus kendala pengembangan ekonomi, kebijakan ke arah Timur, perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga dan kerja sama dengan organisasi regional seperti Eurosia, ASEAN, ECO, kerja sama dengan negara-negara kawasan Laut Kaspia serta Samudra Hindia menjadi prioritas utama diplomasi ekonomi Tehran.

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menekankan, pemerintah ke-13 serius mengagendakan diplomasi ekonomi di agenda kerjanya, dan kerja sama dengan tetangga serta meningkatkan saham Iran di perdagangan regional sangat penting.

Iran di tahun 2020 memiliki neraca perdagangan positif dengan negara-negara anggota ECO. Selama delapan bulan di tahun 2020, perdagangan luar negeri Iran dengan anggota ECO mencapai lebih dari 5,792  miliar dolar, di mana 2,8 miliar adalah hasil dari sektor impor.

Namun meski ECO memiliki keunggulan geografi dan kehadiran negara anggota di salah satu wilayah geopolitik dunia, tapi kapasitas potensial organisasi ini masih belum juga terealisasi sampai saat ini.

Saham negara anggota ECO di perdagangan global sekitar 845 miliar dolar, yakni tiga persen. Angka ini masih terhitung sedikit mengingat populasi negara-negara anggota organisasi ini yang mencapai hampir 500 juta orang, dan cadangan minyak, gas dan energi di kawasan ini.

Faktor politik dan ekonomi serta intervensi negara transregional termasuk faktor yang mencegah terealisasinya tujuan ECO. Misalnya instabilitas selama beberapa tahun terakhir di Afghanistan dan friksi perbatasan negara ini dengan Pakistan. Di sisi lain, Barat termasuk Amerika Serikat yang ingin memanfaatkan sumber energi negara kawasan, senantiasa berusaha melemahkan konvergensi di negara anggota ECO. Penentangan Amerika terkait kesepakatan gas Iran dan Turki serta penolakan akan pembentukan OPEC Gas yang diusulkan Iran merupakan contoh dari pendekatan Amerika ini.

Wajar jika fasilitas dan kapasitas anggota ECO adalah investasi besar bagi pengembangan ekonomi negara anggota, dan penekanan menlu Iran untuk menyelesaikan program infrastruktur dan jangka panjang ECO merupakan indikasi urgensitas ekonominya bagi negara-negara anggota organisasi ini yang dapat terealisasi melalui penguatan konvergensi negara anggota. (MF)

 

Tags