Okt 25, 2021 11:06 Asia/Jakarta
  • Presiden Sayid Ebrahim Raisi.
    Presiden Sayid Ebrahim Raisi.

Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa dalam perundingan nuklir, Amerika Serikat dan Eropa menghadapi krisis dalam pengambilan keputusan.

Presiden Sayid Ebrahim Raisi menyampaikan hal itu dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran, Minggu (24/10/2021).

Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan pejabat tinggi Iran menjamu para peserta konferensi bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan Imam Ja'far Shadiq as pada hari Minggu.

Dalam sambutannya, Raisi menyebut keberadaan Rasulullah Saw sebagai nikmat terbesar dan puncak perubahan bagi umat manusia.

“Imam Khomeini (ra) juga melakukan kebangkitan dengan mengikuti sirah Rasulullah Saw, bertawakkal kepada Allah Swt, dan bersandar kepada masyarakat,” jelasnya seperti dilaporkan Iran Press.

Hari ini, lanjutnya, peta jalan Langkah Kedua Revolusi Islam disusun sebagai panduan untuk perubahan di semua sektor dan jawaban terhadap kebutuhan rakyat.

Di bagian lain, Presiden Raisi mengatakan ekonomi Iran tidak akan terikat dengan perundingan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

“Kami mematuhi komitmen yang telah kami buat, tetapi Amerika dan Eropa menghadapi krisis dalam membuat keputusan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri pemerintahannya berfokus pada perluasan hubungan dengan dunia, khususnya negara-negara tetangga. (RM)

Tags