Okt 25, 2021 11:40 Asia/Jakarta
  • Masjid Nasir al-Mulk di kota Shiraz, Iran.
    Masjid Nasir al-Mulk di kota Shiraz, Iran.

Wakil Menteri Pariwisata Iran, Ali-Asghar Shalbafian mengatakan Republik Islam Iran membuka kembali perbatasannya untuk turis asing mulai 23 Oktober.

“Dengan datangnya era pasca-Corona secara bertahap, kami memulai usaha besar-besaran untuk menghidupkan kembali industri pariwisata,” kata Shalbafian seperti dikabarkan Human Direktorat Jenderal Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran.

“Satgas Nasional Covid-19 setuju untuk membuka kembali perbatasan Iran sesuai dengan kondisi baru setelah melewati gelombang kelima pandemi dan meningkatkan vaksinasi,” tambahnya pada Minggu (24/10/2021).

Dia menjelaskan bahwa sebagai syarat untuk masuk ke Iran, Satgas Nasional Covid-19 menginstruksikan semua wisatawan dan masyarakat tuan rumah untuk mengikuti semua protokol kesehatan.

Shalbafian menyatakan harapan bahwa penerbitan visa turis akan menggairahkan kembali industri pariwisata Iran.

“Kementerian Luar Negeri Iran telah menyetujui penerbitan visa turis melalui perusahaan travel dan para turis hanya diizinkan menginap tempat-tempat yang terdaftar,” ujarnya. (RM)

Tags