Okt 26, 2021 12:59 Asia/Jakarta
  • Zahra Ershadi.
    Zahra Ershadi.

Misi Republik Islam Iran untuk PBB dalam sebuah tanggapan tegas, menyatakan laporan pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di Iran bermaksud memanfaatkan isu HAM sebagai alat untuk menyerang negara lain.

Wakil Duta Besar Iran untuk PBB, Zahra Ershadi dalam pertemuan Komite Ketiga Majelis Umum PBB pada hari Senin (25/10/2021), menanggapi laporan yang dikeluarkan oleh Pelapor Khusus, Javaid Rehman tentang situasi HAM di Iran.

"Laporan ini hanya berkontribusi untuk mengkambinghitamkan negara sasaran dengan mengorbankan interaksi dan dialog yang bermakna tentang hak asasi manusia," kata Ershadi.

"Penunjukan seorang pelapor khusus untuk Iran merupakan sebuah skema yang tidak adil dan bermotif politik yang diprakarsai oleh Barat, terutama Kanada, untuk mengejar sikap permusuhannya terhadap bangsa kami," tambahnya.

Iran, lanjutnya, percaya bahwa dialog dan kerja sama yang dilandasi pada sikap saling menghormati dan prinsip kesetaraan merupakan satu-satunya sarana untuk memajukan dan mendukung HAM di tingkat internasional.

Ershadi menjelaskan di tanah Iran, terbaring ribuan jasad yang telah mengorbankan hidupnya untuk membela bangsa kami selama agresi Saddam terhadap Iran dengan sumber dana, senjata kimia, tank, pesawat tempur, dan bahkan pelurunya dipasok oleh Barat, di mana perwakilan mereka hadir dalam pertemuan ini.

"Tetapi ketika Anda menggali tanah di Kanada, Anda menemukan sisa-sisa jenazah ribuan anak-anak pribumi yang dilecehkan secara seksual, dibunuh, dan dikubur di kuburan massal. Menanggapi genosida yang keji di Kanada, sudah berapa banyak statemen yang dikeluarkan oleh perwakilan negara-negara yang mengkritik negara saya? Tidak ada," tandasnya.

Ershadi lebih lanjut mengatakan, Iran bertekad untuk terus melindungi rakyatnya dari ancaman ekstremisme kekerasan dan terorisme, yang menyebar di kawasan, terutama karena intervensi yang terus-menerus, pendudukan, dan agresi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

"Sungguh ironi pahit, jika tidak munafik, untuk berpura-pura peduli pada isu HAM di Iran dan tetap diam menghadapi tindakan pemaksaan sepihak yang melanggar hukum dan tidak manusiawi oleh AS," ujarnya.

"Pelapor khusus juga ragu-ragu untuk mengutuk atau bahkan mengungkapkan keprihatinan tentang tindakan pemaksaan sepihak yang melanggar hukum dan tidak manusiawi ini," pungkas Ershadi. (RM)

Tags