Nov 09, 2021 17:18 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian (kiri) dan Menlu Jerman Heiko Josef Maas.
    Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian (kiri) dan Menlu Jerman Heiko Josef Maas.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir-Abdollahian melakukan percakapan telepon dengan sejawatnya dari Jerman, Heiko Josef Maas untuk membicarakan sejumlah isu penting di kawasan.

Dalam percakapan telepon pada Senin (8/11/2021) petang itu, Amir-Abdollahian menegaskan bahwa pencabutan total sanksi terhadap Iran adalah sebuah keharusan.

Menlu Iran mengatakan, Amerika Serikat adalah penyebab situasi saat ini dan penggunaan bahasa ancaman dan kekuatan tidak akan membantu.  

Amir-Abdollahian menyinggung sejarah kerjasama yang baik antara Iran dan Jerman di berbagai bidang, dan menekankan perlunya pengembangan kerja sama tersebut.

Menlu Iran dan Jerman membahas pentingnya kerja sama di bidang industri, energi terbarukan, pembangkit listrik, pertanian, kedokteran, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lingkungan.

"Amerika Serikat adalah penyebab utama situasi saat ini. Keluarnya AS dari perjanjian nuklir JCPOA dan inkonsistensi tiga negara Eropa juga telah meningkatkan ketidakpercayaan, sehingga pencabutan sanksi secara menyeluruh adalah suatu keharusan," tegasnya ketika menyinggung perundingan nuklir mendatang di Wina.

Menlu Iran juga menekankan perlunya pihak-pihak Eropa untuk menahan diri dari mengeluarkan pernyataan yang menciptakan ketegangan.

"Setiap komentar yang tidak akurat dan berlawanan dengan fakta dapat membahayakan upaya yang sedang berlangsung. Jerman memahami ketidakpercayaan Iran," ujarnya.

Menlu Iran lebih lanjut menyinggung isu terkini di Irak dan menegaskan kembali kecaman Tehran atas serangan terhadap kediaman Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kazemi.

Menanggapi hal itu, Menlu Jerman menyinggung posisi bersama negaranya dengan Iran dalam mengecam serangan terhadap kediaman PM Irak. Heiko Maas  menekankan perlunya untuk terus mendukung perdamaian dan stabilitas di Irak.

Di bagian lain dalam percakapan tersebut, Menlu Iran  menyinggung perkembangan di Afghanistan dan menekankan perlunya untuk mengirim lebih banyak bantuan ke negara itu.

Selain itu, Amir-Abdollahian mencatat perlunya upaya untuk mengakhiri pengepungan kemanusiaan di Yaman, yang disambut baik oleh pihak Jerman.

Beberapa poin lain yang ditekankan dalam percakapan telepon tersebut adalah perkembangan di Lebanon dan dukungan terhadap pemerintah yang sah di negara Arab ini. (RA)

Tags