Nov 14, 2021 19:11 Asia/Jakarta

Konfrontasi antara pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut Oman cukup menegangkan.

Terkait insiden ini, Pusat Penerangan IRGC dalam sebuah siaran pers menjelaskan operasi yang dilakukan untuk menggagalkan aksi pasukan Amerika Serikat.

"Dengan tindakan tepat dan tegas yang diambil oleh pasukan Angkatan Laut IRGC, operasi pasukan angkatan laut teroris AS untuk mencuri minyak Republik Islam Iran berhasil digagalkan," kata pernyataan IRGC seperti dilaporkan laman Sepah News, Rabu (3/11/2021) malam.

IRGC menerangkan bahwa AS mencuri sebuah tanker yang mengangkut minyak Iran di perairan Laut Oman dan memindahkan muatan minyak ke sebuah tanker lain, yang selanjutnya diarahkan ke sebuah tujuan yang tidak diketahui.

"Para pejuang pasukan Angkatan Laut IRGC menyita kapal yang mengangkut minyak curian lewat sebuah operasi heliborne di atas geladak kapal dan kemudian memandunya ke dalam perairan Iran," tambahnya.

IRGC menekankan bahwa pasukan teroris AS terus mengejar kapal tanker tersebut menggunakan beberapa helikopter dan kapal perang, tetapi dengan tindakan tegas pasukan Angkatan Laut IRGC, upaya itu berhasil digagalkan.

"Pasukan AS kembali mengulangi upaya yang gagal dengan menambah kekuatan dan mengirim beberapa kapal perang tambahan untuk memblokir rute kapal tanker," ungkap Pusat Penerangan IRGC.

Setelah melihat kesiapan dan ketegasan para pejuang pasukan Angkatan Laut IRGC untuk terlibat konfrontasi dengan setiap ancaman terhadap kepentingan bangsa Iran, pasukan AS menghentikan aksinya dan meninggalkan lokasi.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Muda Alireza Tangsiri pada Sabtu (13/11/2021) mengatakan, minyak dari tanker yang kami sita adalah milik Iran dan kapal tanker itu berbuat pelanggaran.

Dia menjelaskan, pasukan Amerika mendukung aksi tersebut dan mengawasi kapal tanker itu dari kejauhan, mereka tidak mengizinkan siapa pun mendekatinya. pasukan khusus Angkatan Laut IRGC Iran langsung melakukan kontak fisik dan mendarat di geladak tanker dengan helikopter, kemudian kendali kapal jatuh ke tangan pasukan kami.

"Pasukan AS memantau insiden ini dari kejauhan. Mereka mengawasi lewat drone dan segera mengirim dua kapal perusaknya ke lokasi kejadian dan mengambil formasi tempur. Kami memperingatkan kapal-kapal itu, tetapi mereka sempat mengabaikannya. Kapal-kapal (kami) bergerak mendekat dan perahu-perahu cepat kami berjarak 20 meter dari kapal perang AS," ungkapnya.

Menurut Laksamana Muda Tangsiri, kapal perusak AS datang untuk membebaskan tanker dan saat mengetahui tidak dapat melakukannya dengan dua kapal perusak, mereka meminta bantuan. Total lima kapal perusak AS berusaha merebut tanker tersebut dari tangan kami.

"Ketika AS datang dengan lima kapal perusak, kami juga menambahkan enam kapal lagi ke zona pertempuran," sambungnya.

Menjawab pertanyaan tentang mengapa datang dengan sekelompok kapal kecil di hadapan kapal perang AS? Dia mengatakan kami ingin memberi tahu mereka bahwa kalian tidak ada apa-apanya. Jika kalian pernah bersikap lancang dan menembak kami, sekarang kalian akan melihat rudal-rudal dan peluncur rudal kami.

"Peluncur rudal Iran di pantai siap untuk menanggapi setiap tindakan AS," tegasnya. (RA)

Tags