Nov 16, 2021 08:44 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Turki melakukan pertemuan dengan Presiden Sayid Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian di Tehran pada hari Senin (15/11/2021) dengan tujuan memperluas kerja sama antara kedua negara.

Dalam pertemuan ini, Presiden Republik Islam Iran mempertimbangkan hubungan erat antara Iran dan Turki demi kepentingan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Kerja sama regional antara kedua negara harus diubah menjadi kerja sama internasional dan jenis interaksi ini dapat menjadi efektif secara global dengan mencermati posisi penting kedua negara," ungkap Presiden Raisi.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu dan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Sementara itu, Menteri Luar Turki Mevlut Cavusoglu menjelaskan bahwa kami sedang mencari untuk mengembangkan kerja sama internasional dengan Iran.

"Pertemuan hari ini akan lebih mempercepat hubungan antara kedua negara, baik regional maupun internasional," kata Menlu Mevlut Cavusoglu.

Menteri Luar Negeri Iran juga mengumumkan kesepakatan dengan timpalannya dari Turki untuk merumuskan peta jalan kerja sama jangka panjang antara Iran dan Turki dan menyatakan harapan bahwa dokumen tersebut akan ditandatangani selama kunjunganmendatang Presiden Turki ke Iran.

Hubungan antara Iran dan Turki dalam periode waktu yang berbeda telah menyaksikan fluktuasi dalam hubungan. Hal itu dikarenakan beberapa persaingan dan juga dipengaruhi oleh perkembangan regional dan internasional.

Namun kedua negara dalam banyak masalah memiliki kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan bersama serta telah menekankan keramahan bertetangga yang baik selama lebih dari 400 tahun.

Oleh karena itu, dalam beberapa bulan terakhir, pejabat Iran dan Turki dalam pertemuan bilateral atau percakapan telepon selalu menekankan pentingnya hubungan bilateral di bidang ekonomi dan kerja sama regional dengan tujuan menstabilkan dan mencegah ketegangan.

Sejarah perdamaian dan persahabatan Iran-Turki dan kesamaan sejarah, agama dan budaya disertai dengan kerja sama regional dan internasional dalam kerangka berbagai organisasi seperti Organisasi Kerja Sama Islam dan Kerja Sama Ekonomi (ECO) telah menyebabkan hubungan persahabatan antara dua negara tetangga dan muslim.

Menteri Luar Negeri Turki melakukan pertemuan dengan Presiden Sayid Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian di Tehran pada hari Senin (15/11/2021) dengan tujuan memperluas kerja sama antara kedua negara.

Saat ini, Iran dan Turki berhubungan erat dalam masalah keamanan perbatasan, perang melawan penyelundupan, serta perang melawan terorisme, tetapi beberapa faktor berada di luar kendali kedua pemerintah, termasuk sanksi sepihak dan ilegal AS terhadap Iran dan wabah Corona mempengaruhi hubungan ekonomi kedua negara.

"Sayangnya, di era Corona, hubungan kami di bidang ekonomi menurun, tetapi tahun ini kami mengalami pertumbuhan 71% di bidang ini. Meskipun angka ini menjanjikan, teta[o masih jauh dari tujuan yang telah kami tetapkan dan kami harus lebih aktif di bidang ini," ungkap Cavusoglu.

Iran dan Turki sebelumnya telah memperkirakan peningkatan perdagangan antara kedua negara menjadi $30 miliar pada tahun 2015, tetapi jumlah perdagangan terbesar kedua negara adalah pada tahun 2012, yaitu sekitar $21 miliar.

Jelas, kepentingan Iran dan Turki dalam memperluas kerja sama di segala bidang dan memperkuat hubungan kedua negara sebagai dua kekuatan yang berpengaruh di kawasan merupakan pilar perdamaian dan stabilitas di Asia Barat.

Dalam konteks ini, Republik Islam Iran, dengan menekankan sikap prinsipnya dan mempertimbangkan kerja sama negara-negara kawasan yang diperlukan, selalu berusaha untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara tetangga, terutama Turki.

Pertemuan Menlu Turki dan Presiden Iran

Saat ini, terdapat berbagai kapasitas di sektor industri, pertanian, jasa dan pariwisata, minyak, gas, dan petrokimia di kedua negara, yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan peta jalan kerja sama jangka panjang antara Iran dan Turki.

“Perluasan hubungan politik dan ekonomi antara Iran dan Turki dapat menciptakan landasan yang baik untuk perluasan geografis hubungan regional, di mana Iran dan Turki menjadi penggagasnya, dan kemudian negara-negara lain seperti Pakistan. Oral. Siroaj dam bagian dari Kaukasus,” kata Abdolreza Farjirad, akademisi dan mantan diplomat Iran.

Tags