Nov 18, 2021 08:44 Asia/Jakarta

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Rabu (17/11/2021) pagi dalam pertemuan dengan para cendekiawan muda berpotensi unggul di bidang ilmu pengetahuan Iran, menekankan perlunya fokus komunitas ilmiah dan para cendikiawan untuk menemukan solusi ilmiah bagi berbagai masalah.

Dalam menjelaskan pentingnya peran cendekiawan di bidang ini, Ayatullah Khamenei mengemukakan tiga tujuan penting; kapasitas cendekiawan muda bangsa Iran dapat membuka jalan untuk mengisi kesenjangan ilmiah negara dengan sains dunia, melintasi batas-batas global sains dan menciptakan peradaban Islam baru serta mewujudkan masa depan negara yang cerah.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Tiga tujuan utama yang ditekankan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam tentang pentingnya menggunakan kapasitas ilmiah dan kreativitas para cendekiawan adalah di antara isu-isu yang memiliki kepentingan strategis untuk mencapai status dan otoritas ilmiah serta keberlanjutan pertumbuhan ilmiah di negara ini.

Melihat pencapaian ilmiah Iran di tahun-tahun setelah kemenangan revolusi menunjukkan pertumbuhan indikator ilmiah dan pengembangan kegiatan berbasis pengetahuan. Kelanjutan jalan cemerlang ini membutuhkan daya tahan dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan dan mengatasi hambatan yang ada di jalur pengembangan ilmiah negara sebagai kekuatan lunak Republik Islam Iran.

Ayatullah Khamenei mengingatkan dalam hal ini bahwa bangsa Iran adalah Bangsa Iran secara potensial adalah bangsa cendekia. Oleh karena itu sejak dahulu kala menjadi target serangan perang lunak yang menghinakan oleh para penjajah supaya ia melupakan seluruh potensi dan kemampuannya, atau bahkan mengingkari potensi ini, dan menerima kebohongan slogan 'kami tak mampu'.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut kelalaian dan perampokan merupakan dua tujuan yang digunakan oleh para penjajah untuk menyempurnakan propaganda ketidakmampuan rakyat Iran.

"Kelalaian adalah awal dari penjarahan dan penjarahan meningkatkan kelalaian bangsa-bangsa akan kemampuan dan potensi dalam dirinya," tambah Rahbar.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Rabu (17/11/2021) pagi dalam pertemuan dengan para cendekiawan muda berpotensi unggul di bidang ilmu pengetahuan Iran, menekankan perlunya fokus komunitas ilmiah dan para cendikiawan untuk menemukan solusi ilmiah bagi berbagai masalah.

Dalam beberapa tahun terakhir, musuh-musuh Iran telah mencoba untuk menghambat kemajuan ilmiah negara itu dengan menggunakan berbagai opsi, seperti pengetatan sanksi yang melumpuhkan, sabotase, dan teror para ilmuwan Iran.

Mereka juga berusaha membawa Iran kembali ke era keterbelakangan dan ketergantungan dengan menunjukkan pengetahuan nuklir serta kemampuan rudal dan drone Iran sebagai ancaman.

Namun bangsa Iran menaklukkan banyak puncak ilmu pengetahuan dengan langkah-langkah percaya diri dan menunjukkan kepada arogansi bahwa ia layak mendapatkan kemajuan dan otoritas nyata.

Dalam peringkat ilmiah terbaru oleh lembaga penelitian ilmiah Iran, negara ini sekarang berada di antara 20 negara ilmiah teratas di dunia. Republik Islam juga berhasil mengembangkan kreativitas ilmiahnya di bidang produksi vaksin dalam setahun terakhir, meskipun ada sanksi dan tekanan ekonomi, ketika pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia.

Meskipun statistik menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ilmiah tercepat dalam dekade terakhir adalah di Iran, tetapi sahamnya kurang dari satu persen perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan dalam PDB adalah poin penting yang ditekankan oleh Rahbar agar ditingkatkan seraya menekankan bahwa pertumbuhan ini harus mencapai setidaknya 5% dalam 3 sampai 4 tahun.

Jelas, bergerak ke arah ini membutuhkan dua arus yang saling melengkapi dan saling berhubungan. Pertama, berusaha untuk maju dan tidak kecewa untuk terus maju serta menjaga semangat harapan untuk masa depan. Kedua, dalam gerakan ini, kreativitas dan bakat anak muda harus digunakan di segala bidang. Menurut Pemimpin Besar Islam, ia harus memasuki tahap "kreasi ilmiah".

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Sebagaimana dinyatakan oleh Ayatullah Khamenei, "Saat ini, karya-karya ilmiah penting sedang dilakukan di negara ini, yang sering kali merupakan salah satu cabang ilmiah yang dibuat oleh orang lain, sementara di samping itu, hukum alam yang tidak diketahui harus ditemukan melalui kreativitas dan inovasi, dan inovasi harus dihasilkan dalam produksi karya ilmiah."

Dari sudut pandang ini, kata-kata Pemimpin Besar Revolusi Islam sebenarnya merupakan peta jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan untuk melintasi batas-batas dunia ilmu pengetahuan dan menciptakan peradaban Islam baru dan mewujudkan masa depan negara yang cerah.

Tags