Nov 26, 2021 18:08 Asia/Jakarta
  • Khatibzadeh Tanggapi Statemen AS dan Troika Eropa

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras perilaku Barat yang tidak pantas menjelang pembicaraan Wina.

Saeed Khatibzadeh, Jubir Kemenlu Iran di akun Twitternya Kamis (25/11/2021) malam menanggapi pendekatan dan tindakan Amerika Serikat bersama Troika Eropa menjelang penyelanggaraan perundingan Wina, dengan mengatakan, "Menjelang pembicaraan Wina, pihak-pihak Barat meningkatkan sanksi, mengeluarkan pernyataan palsu, mendistorsi narasi dan tetap diam dalam menghadapi ancaman Israel [terhadap Iran]. Padahal Iran telah membentuk tim negosiasi tingkat tinggi yang serius, menuntut kesepakatan segera, dan implementasi kesepakatan JCPOA dan Resolusi DK-PBB 2231 serta melakukan konsultasi regional,".

"Lihatlah bagaimana perilaku mereka dan bandingkan prioritas kedua belah pihak," ujarnya.

Jerman, Prancis dan Inggris dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA pada Kamis menuduh Republik Islam Iran, yang memiliki tingkat kerja sama tertinggi dengan IAEA, tidak sepenuhnya bekerja sama dengan organisasi nuklir internasional itu.

JCPOA adalah kesepakatan yang dicapai pada 2015 antara Iran di kelompok 5+1 yang mulai berlaku pada Januari 2016. 

Namun pada Mei 2018, mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakhiri keikutsertaan negaranya dalam perjanjian internasional ini dengan melanggar komitmen Washington terhadap JCPOA, dan memberlakukan terorisme ekonomi dengan tujuan memberikan tekanan maksimal kepada rakyat Iran.

Menyikapi langkah sepihak dan ilegal Amerika Serikat  keluar dari JCPOA, Iran pada 8 Mei 2018 berusaha mempertahankan perjanjian nuklir tersebut dengan syarat bahwa pihak lain dalam perjanjian memenuhi kewajibannya, tetapi Eropa dalam praktiknya tidak berhasil memenuhi janjinya terhadap isi JCPOA. 

Pada 8 Mei 2019, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran mengumumkan akan mengurangi kewajibannya terhadap JCPOA berdasarkan Pasal 26 dan 36 dari perjanjian ini demi menyeimbangkan kewajiban dan haknya.

Berdasarkan Pasal 26 dan 36 JCPOA, Iran memiliki hak untuk menangguhkan kewajiban, seluruhnya atau sebagian, jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya.

Para pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden yang sedang menjabat telah berulang kali secara eksplisit mengakui kegagalan kebijakan tekanan maksimum dalam beberapa bulan terakhir, dengan mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk membawa Amerika Serikat kembali ke JCPOA, namun sejauh ini mereka menolak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Republik Islam Iran sebagai negara yang bertanggung jawab telah berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang melanggar perjanjian, maka Washington harus kembali ke perjanjian JCPOA dengan pencabutan sanksi, dan pemenuhan komitmen AS harus diverifikasi oleh Tehran (PH)

Tags