Nov 27, 2021 13:44 Asia/Jakarta

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi bersama para pejabat politik dan ekonomi berkunjung ke Ashgabat, ibu kota Turkmenistan pada hari Sabtu (27/11/2021) atas undangan Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov.

Dalam kunjungan ini, Presiden Iran akan menghadiri dan menyampaikan pidato pada KTT ke-15 Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) di kota Ashgabat. Ia akan memaparkan posisi dan usulan Republik Islam Iran dalam memperkuat hubungan regional dan internasional, terutama menghapus hambatan serta meningkatkan tingkat kerja sama dan transaksi ekonomi negara-negara anggota.

Kehadiran Iran dalam KTT ini memiliki kepentingan strategis di beberapa bidang. Pertama, Republik Islam, sebagai salah satu pendiri ECO, punya posisi sentral dalam organisasi ini karena memiliki perbatasan darat dengan lima negara anggota dan memiliki posisi geografis yang strategis sebagai penghubung anggota lainnya dengan perairan internasional. Posisi Iran di kawasan semakin penting mengingat negara ini juga kaya akan sumber energi.

Kedua, kehadiran Iran dalam KTT ke-15 ECO merupakan sebuah langkah baru untuk mengembangkan hubungan ekonomi, menawarkan solusi, dan membuka jalan bagi perluasan kegiatan bisnis di antara anggota.

Pada pertemuan bersama perwakilan Iran, Turkmenistan, dan Kazakhstan, yang diadakan pada Jumat malam, ketiga pihak menandatangani perjanjian trilateral di bidang rel kereta api untuk meningkatkan sarana transportasi darat dari Kazakhstan ke Turkmenistan dan dari sana ke Iran.

Ketiga, KTT tersebut penting untuk melakukan penjajakan dan meningkatkan kegiatan diplomasi di kancah regional. Iran mengajukan banyak usulan di berbagai bidang selama bertahun-tahun pelaksanaan pertemuan ECO.

Beberapa usulan Iran antara lain; memperkuat kerja sama sains dan teknologi, memperluas kerja sama ekonomi, industri, pertanian, dan energi, menggunakan metode barter dan transaksi dengan mata uang nasional, dan menyusun peraturan bea cukai yang harmonis.

Presiden Sayid Ebrahim Raisi.

Namun, terlepas dari kapasitas dan potensi yang dimilikinya, negara-negara anggota ECO belum mampu mencapai posisi yang baik di bidang perdagangan dan pembangunan ekonomi karena tantangan dan krisis politik di kawasan.

Oleh karena itu, KTT ECO ke-15 dapat menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan kerja sama antara negara-negara anggota. Republik Islam Iran, Turki, Pakistan, Afghanistan, Turkmenistan, Kirgistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Republik Azerbaijan adalah 10 negara anggota ECO.

Abdulrahim Gawahi, mantan Sekretaris Jenderal ECO, percaya bahwa jika kita ingin mengaktifkan ECO dan mempromosikan kebijakan luar negeri dan perdagangan luar negeri, maka KTT dapat menjadi peluang yang baik untuk berkumpul dan berkonsultasi.

Keempat, KTT Ashgabat dapat menjadi forum untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral serta membangun interaksi yang kuat antara negara-negara kawasan. Saat ini, perjanjian regional memiliki nilai ekonomi dan politik yang lebih besar dibandingkan dengan perjanjian internasional.

Iran baru-baru ini juga memperoleh keanggotaan penuh di Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan membuka sebuah babak baru dalam hubungannya dengan negara-negara di kawasan.

Republik Islam bertekad untuk memanfaatkan peluang ini dengan baik demi membangun kembali hubungan ekonomi dengan negara-negara kawasan. Tehran menekankan bahwa penguatan organisasi-organisasi seperti ECO, dapat menjadi peluang untuk meningkatkan hubungan politik dan meredam ketegangan antar-negara di kawasan. (RM)

Tags