Nov 27, 2021 17:32 Asia/Jakarta
  • Basij Iran
    Basij Iran

Perkembangan di Republik Islam Iran selama sepekan lalu diwarnai isu penting seperti pesan Rahbar bertepatan dengan Pekan Basij.

Selain itu, masih ada isu lainnya seperti kunjungan Dirjen IAEA ke Iran, AEOI: Tidak Ada Penyimpangan dalam Program Nuklir Iran, Kepala Badan Nuklir PBB Bertemu Menlu Iran, Jubir IRGC: Musuh Putus Asa Tapi Ditutup-tutupi, Iran dan Azerbaijan Bahas Kerja Sama Bilateral, Iran Anggap Perilaku Buruk AS Jadi Hambatan Utama Perundingan.

Rahbar: Basij Dapat Berperan Efektif Mengatasi Masalah

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan bahwa dengan beriman dan bertawakkal kepada Allah Yang Maha Kuasa, kalian (anggota Basij) dapat memainkan peran yang efektif dan menjadi solusi terhadap semua masalah yang dihadapi negara.

Rahbar, Ayatullah Khamenei

Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengeluarkan sebuah pesan pada hari Rabu (24/11/2021), yang ditujukan kepada seluruh anggota Basij yang bertepatan dengan peringatan Pekan Basij.

Rahbar mengucapkan selamat kepada semua orang atas peringatan Pekan Basij, terutama kepada generasi baru Basij. "Para anggota Basij, seperti generasi sebelumnya, adalah putra-putri tercinta dari Imam Khomeini ra," tambahnya.

"Para anggota Basij perlu mengetahui bahwa – dengan tekad kuat, pemikiran yang matang, serta dengan beriman dan bertawakkal kepada Allah Yang Maha Kuasa – kalian dapat memainkan peran yang efektif dan menjadi solusi terhadap semua masalah yang dihadapi negara," tegas Ayatullah Khamenei.

"Ini adalah pengalaman bangsa Iran selama beberapa dekade," tambahnya.

Pada 26 November 1979, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pelatihan militer massal dan pembentukan tentara rakyat dengan kekuatan 20 juta orang. Pasukan relawan rakyat ini kemudian dikenal sebagai Organisasi Basij Mustaz’afin.

Selama empat dekade terakhir, Basij tidak hanya mendukung Republik Islam Iran di bidang pertahanan dan militer, tetapi juga membuat kemajuan yang signifikan di bidang sains dan teknologi.

Dirjen IAEA Tiba di Tehran

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, IAEA, Senin (22/11/2021) malam tiba di Tehran, untuk bertemu dengan Direktur Badan Energi Atom Iran, AEOI.

Di Tehran, Rafael Grossi bersama rombongan akan bertemu dengan Direktur AEOI, Mohammad Eslami, dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian. Saat tiba di Bandara Imam Khomeini Tehran, Grossi dan rombongan disambut oleh Juru bicara AEOI Behrouz Kamalvandi.

Dirjen IAEA, Rafael Grossi

Dialog yang akan dilakukan Dirjen IAEA dengan para pejabat Iran, terkait dengan kerangka pasti kerja sama IAEA dan AEOI. Dirjen IAEA dan Direktur Badan Energi Atom Iran dijadwalkan melakukan pembicaraan hari Rabu (24/11/2021) pagi.

Di akun Twitternya Dirjen IAEA menulis, "Dalam pembicaraan langsung dengan para pejabat Iran, IAEA bisa memulai aktivitas verifikasi di negara ini."

Sebelumnya, Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh dalam jumpa pers hari Senin mengumumkan, "Selalu diupayakan agar hubungan Iran dan IAEA, bersifat teknis, dan dalam kerangka Asas Perlindungan atau IAEA Safeguard, tata terbit serta anggaran dasar lembaga ini."

AEOI: Tidak Ada Penyimpangan dalam Program Nuklir Iran

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami mengatakan Republik Islam bertekad untuk melaksanakan program nuklirnya.

Eslami mengadakan konferensi pers bersama dengan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi di Tehran pada hari Selasa (23/11/2021), seperti dilansir IRNA.

"Hal yang ditekankan dalam pertemuan hari ini dengan Dirjen IAEA adalah bahwa tidak ditemukan penyimpangan dalam program nuklir Iran dan kami melakukan kegiatan nuklirnya sesuai dengan traktat dan perjanjian," kata Eslami.

Mohammad Eslami dan Rafael Grossi

"Memanfaatkan semua aspek teknologi nuklir di berbagai sektor ada dalam agenda kami, dan IAEA akan membantu Iran dalam hal ini," tambahnya.

Di pihak lain, Rafael Grossi mengucapkan terima kasih kepada kepala Organisasi Energi Atom Iran atas undangannya.

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat intens untuk melanjutkan pekerjaan dan hubungan kami sehingga menemukan titik temu," ujarnya.

Grossi tiba di Tehran pada hari Senin untuk melakukan serangkaian pembicaraan dengan para pejabat Iran. Ia juga akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian hari ini.

Kepala Badan Nuklir PBB Bertemu Menlu Iran

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, bertemu di Tehran pada Selasa (23/11/2021) malam.

Seperti dilansir IRNA, Grossi tiba di Tehran pada Senin malam dan disambut hangat oleh Behrouz Kamalvandi, Wakil Kepala Badan Energi Atom Iran (AEOI).

Sebelumnya, Grossi telah bertemu dengan Kepala AEOI Mohammad Eslami untuk membahas kerangka kerja khusus bagi kerja sama AEOI dan pengawas nuklir PBB.

Kunjungan Dirjen IAEA ke Tehran dilakukan beberapa hari sebelum Iran dan pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir JCPOA bertemu di Wina untuk mencari cara mengakhiri sanksi ilegal terhadap Republik Islam.

Putaran baru pembicaraan Wina dijadwalkan berlangsung pada 29 November mendatang.

Jubir IRGC: Musuh Putus Asa Tapi Ditutup-tutupi

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan musuh merasa begitu putus asa, meski mereka berusaha menutup-nutupinya.

Brigadir Jenderal Ramezan Sharif, Senin (22/11/2021) bertepatan dengan Pekan Basij Iran menuturkan, "Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Afghanistan menumpahkan darah ribuan orang, tapi akhirnya harus meninggalkan negara itu dengan kehinaan."

Ia menambahkan, "Parlemen Irak juga sudah mengesahkan undang-undang yang mewajibkan pasukan AS keluar dari negara itu, dan yakinlah, cepat atau lambat peristiwa yang sama akan terulang, karena kebencian masyarakat kawasan terhadap AS sudah mencapai puncaknya."

Menurut Brigjen Ramezan Sharif, perilaku AS terhadap rakyat Irak dan Afghanistan, dan perilaku sekutu-sekutunya hari ini terhadap rakyat Yaman, Palestina dan Lebanon, tidak akan langgeng di dunia saat ini, dan semua keberhasilan ini merupakan buah dari pemikiran Basij, maka dari itu organisasi Basij menjadi teladan perang melawan AS.

Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran pada 26 November 1979 silam memerintahkan pembentukan Organisasi Basij Mustadhafin.

Iran dan Azerbaijan Bahas Kerja Sama Bilateral

Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, Shahin Mustafayev berkunjung ke Tehran untuk bertukar pandangan tentang kerja sama bilateral dengan Iran.

Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian

Dikutip dari IRNA, Mustafayev bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Minggu (21/11/2021) malam untuk membahas perkembangan terbaru di wilayah Kaukasus dan kerja sama bilateral.

Dalam pertemuan itu, Amir-Abdollahian menekankan perlunya memanfaatkan kapasitas ekonomi kedua negara di bidang perdagangan, transportasi, energi, dan pariwisata.

Ia juga menyatakan kesiapan perusahaan-perusahaan Iran untuk terlibat dalam kegiatan rekonstruksi di daerah yang baru dibebaskan oleh Azerbaijan.

Amir-Abdollahian mencatat bahwa kedua negara telah berhasil dalam program vaksinasi Covid-19. Menurutnya, kedua pihak juga perlu memfasilitasi hubungan antar-warga dan melanjutkan penerbangan antara Iran dan Azerbaijan.

Menlu Iran lebih lanjut menegaskan posisi tak tergoyahkan Republik Islam dalam mendukung integritas teritorial negara-negara, termasuk tidak ada pergeseran perbatasan internasional di kawasan.

Di pihak lain, Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, Shahin Mustafayev menyatakan kepuasannya atas pertemuan konstruktifnya dengan menteri perminyakan serta menteri jalan raya dan pembangunan perkotaan Iran.

"Kedua negara semakin dekat untuk mencapai kesepakatan bersejarah di bidang minyak, gas, dan transportasi," tambahnya.

Mustafayev menuturkan perdagangan antara Azerbaijan dan Iran meningkat sejak awal 2021. "Hubungan persahabatan dan kapasitas ekonomi kedua negara terlihat dari naiknya volume perdagangan sebesar 22% selama pandemi Covid-19," sambungnya.

Azerbaijan dan Iran, kata Mustafayev, akan melakukan pertemuan komisi bersama kerja sama ekonomi pada awal tahun depan.

Iran Anggap Perilaku Buruk AS Jadi Hambatan Utama Perundingan

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan pembicaraan untuk menghapus sanksi terhadap Iran akan dimulai minggu depan di kota Wina.

"Perilaku kontradiktif Amerika Serikat telah menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan," ujarnya dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis pada hari Selasa (23/11/2021).

Amir-Abdollahian menuturkan di satu sisi, AS menyatakan minatnya untuk kembali ke perjanjian nuklir JCPOA, dan di sisi lain, mereka menjatuhkan dua putaran sanksi terhadap individu dan entitas Iran dalam beberapa minggu terakhir.

"Republik Islam Iran akan menilai Amerika berdasarkan perilakunya," tegasnya seperti dikabarkan IRNA.

Pada kesempatan itu, menlu Iran juga menyoroti situasi kritis di Yaman dan menegaskan kembali bahwa Tehran mendukung segala upaya untuk mencabut blokade dan mengakhiri perang di Yaman.

Mengenai situasi di Afghanistan, Amir-Abdollahian menekankan bahwa Iran mendorong pemerintahan sementara untuk membentuk pemerintah yang inklusif di Afghanistan.

Dia menyatakan keprihatinan tentang krisis kemanusiaan di Afghanistan dan menyerukan upaya internasional untuk mengatasi masalah tersebut.

Di pihak lain, menlu Swiss mengumumkan kesiapan negarnya untuk bekerja sama dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Afghanistan melalui Iran.

Ignazio Cassis mengatakan Swiss setuju dengan Iran tentang perlunya membentuk pemerintah yang inklusif di Afghanistan. Dia memuji Iran karena mencari solusi diplomatik untuk Afghanistan dan menampung para pengungsi.

 

 

Tags