Nov 28, 2021 17:12 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Presiden Iran dan Presiden Turki di kota Ashgabat, Tukrmenistan.
    Pertemuan Presiden Iran dan Presiden Turki di kota Ashgabat, Tukrmenistan.

Presiden Republik Islam Iran dan Turki menekankan pemanfaatan semua kapasitas untuk pengembangan hubungan Tehran-Ankara di semua bidang.

Presiden Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu di kota Ashgabat, Tukrmenistan pada Minggu (28/11/2021) di sela-sela penyelenggaraan KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO).

"Iran dan Turki dengan meningkatkan tingkat perdagangan dan bisnis saat ini, dapat membawa hubungan ekonomi dan politik kedua negara menuju ke level strategis," kata Raisi dalam pertemuan tersebut.

"Jalur pengembangan hubungan ekonomi kedua negara perlu difasilitasi," tambahnya mengacu pada peluang besar kerja sama Tehran-Ankara di berbagai bidang termasuk energi, perbankan, dan pertukaran perdagangan.

Raisi juga menekankan pentingnya kerja sama dan hubungan dekat antara Iran, Turki, dan Republik Azerbaijan.

Menurutnya, ketiga negara memiliki banyak kesamaan di bidang budaya, agama, dan keyakinan, dan tidak boleh dibiarkan hubungan ketiga pihak terganggu.

Pada kesempatan itu, Presiden Iran menyampaikan keprihatinan atas kehadiran Daesh di Afghanistan dan meningkatnya ketidakamanan.

"Kelompok-kelompok teroris tidak hanya memicu ketidakamanan di Afghanistan, tetapi juga mengancam keamanan regional," tegasnya.

Dia menandaskan masalah regional harus diselesaikan oleh negara-negara di kawasan. Kehadiran dan campur tangan asing bukan hanya tidak membantu memecahkan masalah, tetapi justru memperumit situasi.

Di pihak lain, Presiden Turki mengatakan bahwa negaranya memandang perlu untuk mengembangkan dan memperkuat kerja sama regional dan regional dengan Republik Islam Iran.

"Kita dapat menciptakan lompatan dalam hubungan dan kerja sama kedua negara, terutama di bidang ekonomi," kata Erdogan.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas perkembangan di Afghanistan.

"Amerika Serikat melatih kelompok teroris termasuk Daesh dan PKK, dan memberikan perlengkapan kepada mereka untuk menciptakan ketidakamanan," pungkas Erdogan. (RM)

Tags