Nov 30, 2021 15:50 Asia/Jakarta
  • Foto Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Sayid Ebrahim Raisi.
    Foto Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Sayid Ebrahim Raisi.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertukar pandangan tentang perundingan nuklir Iran dengan kelompok 4+1 di Wina dalam kontak telepon pada Senin (29/11/2021) malam.

Dikutip dari IRNA, pembicaraan itu berlangsung selama 1,5 jam dan kedua pemimpin membahas isu-isu yang terkait dengan hubungan bilateral Iran-Prancis dan masalah perundingan nuklir Wina.

"Iran selalu mematuhi komitmennya terhadap masalah nuklir dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berulang kali mengonfirmasi kepatuhan kami," kata Raisi.

"Pihak-pihak yang melanggar kesepakatan harus ditanya mengapa mereka tidak memenuhi kewajibannya? Kami menegaskan kembali bahwa Iran mematuhi komitmennya," tandasnya.

Mengacu pada perundingan Wina dengan agenda penghapusan sanksi, Presiden Raisi menekankan pengiriman sebuah tim yang lengkap ke Wina membuktikan keseriusan Tehran dalam pembicaraan ini.

Dia meminta Presiden Prancis untuk bekerja dengan negara-negara lain di Wina demi menyukseskan perundingan dan mencabut sanksi terhadap Iran.

Pada kesempatan itu, Presiden Macron mengatakan kami menganggap kesepakatan nuklir JCPOA sebagai tanggung jawab bersama kami.

"Saya selalu mencoba untuk mendorong semua pihak kembali ke kerangka kesepakatan," katanya.

"Saya sudah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden dalam hal ini dan kami bertekad untuk melanjutkan pembicaraan untuk mencapai hasil," ungkap Macron.

Dia menyatakan Prancis ingin melanjutkan pembicaraan dengan Iran untuk membuat kemajuan dalam menyelesaikan berbagai masalah. (RM)

Tags