Nov 30, 2021 16:12 Asia/Jakarta
  • Foto Antonio Guterres dan Hossein Amir-Abdollahian.
    Foto Antonio Guterres dan Hossein Amir-Abdollahian.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan meski Amerika Serikat dan Eropa gagal memenuhi komitmen mereka, Iran kembali ke perundingan Wina dengan itikad baik dan keseriusan dan berusaha untuk mencapai sebuah kesepakatan yang baik.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian berbicara melalui telepon dengan Sekjen PBB Antonio Guterres pada Senin (29/11/2021) malam. Kedua pihak membahas isu-isu regional dan internasional, termasuk perkembangan di Afghanistan dan perundingan nuklir Wina untuk mencabut sanksi.

"Pihak lawan harus kembali memenuhi kewajiban kesepakatan nuklir JCPOA secara penuh. Jika ini terjadi, Iran juga menghentikan langkah-langkah yang diambil untuk menutupi kerugiannya," tegas Amir-Abdollahian.

Dia menambahkan Iran dan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi telah melakukan pembicaraan konstruktif di Tehran, dan kami akan melanjutkan kerja sama teknis dengan IAEA.

Di pihak lain, Sekjen PBB menyambut dimulainya perundingan nuklir dan mendukung penuh upaya pemulihan JCPOA. Dia berharap perundingan itu akan membawa hasil yang positif.

Dia menilai permintaan Iran untuk memverifikasi pencabutan sanksi sebagai hal yang rasional.

Guterres menyerukan upaya semua pihak untuk membangun kepercayaan dan menekankan dukungan penuh PBB untuk perundingan Wina. (RM)

Tags