Nov 30, 2021 17:07 Asia/Jakarta
  • Pameran Eklusif Iran di Damaskus, Suriah
    Pameran Eklusif Iran di Damaskus, Suriah

Pameran eksklusif Iran di Suriah dibuka di Damaskus pada hari Senin (29/11/2021) dengan partisipasi 146 perusahaan Iran di bidang farmasi, mesin, perkapalan, layanan air, tekstil, layanan elektronik, layanan teknik kinsinyuran dan perusahaan berbasis pengetahuan.

Bersamaan dengan pameran tersebut, Sayid Reza Fatemi Amin, Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran, telah melakukan perjalanan ke Suriah dengan memimpin delegasi pejabat dan pelaku ekonomi. Tujuan kunjungan delegasi Iran ke Suriah adalah untuk fokus pada aspek ekonomi, perdagangan, industri dan investasi.

Reza Fatemi Amin, Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran di Suriah

Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran, setelah bertemu dengan Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Suriah Bassam Tohme dan Perdagangan Internal dan Amr Salem, Menteri Perlindungan Konsumen Suriah, berkonsultasi tentang hubungan ekonomi antara kedua negara.

Menurut Sayid Reza Fatemi Amin, "Pandangan Tehran dan Damaskus ke depan adalah untuk mencapai investasi bersama dan pada tahap selanjutnya untuk mengekspor ke negara-negara kawasan sehingga kami dapat mengambil langkah untuk mengamankan kepentingan kedua negara."

Kehadiran Iran di pasar Suriah tidak terbatas pada ekspor barang-barang minyak dan non-minyak. Perusahaan layanan teknis dan keinsinyuran Iran dan beberapa perusahaan industri memainkan peran aktif di pasar Suriah sebelum dimulainya krisis internal di Suriah. Mereka telah mengimplementasikan berbagai proyek dan investasi layanan teknis dan keinsinyuran senilai sekitar $ 2,5 miliar di berbagai bidang di negara ini.

Menurut International Trade Center (ITC), ekspor Iran ke Suriah pada tahun 2020 sekitar $ 120 juta, yang menunjukkan 3% pangsa pasar negara itu dan tempat ketujuh Iran di pasar Suriah tahun itu. Menurut rencana, hingga tahun 2025, volume perdagangan antara Iran dan Suriah diperkirakan akan mencapai $ 2 miliar.

Berkenaan dengan itu, berbagai perjanjian telah ditandatangani, antara lain perjanjian penghindaran pajak ganda, perjanjian kerja sama pameran, perjanjian perdagangan, kepabeanan dan perdagangan, serta perjanjian transportasi, yang memiliki kepentingan strategis.

Pameran eksklusif Iran di Suriah dibuka di Damaskus pada hari Senin (29/11/2021) dengan partisipasi 146 perusahaan Iran di bidang farmasi, mesin, perkapalan, layanan air, tekstil, layanan elektronik, layanan teknik kinsinyuran dan perusahaan berbasis pengetahuan.

Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang menyatakan bahwa hubungan Iran dan Suriah adalah hubungan dengan dimensi strategis, menyatakan bahwa salah satu dimensi tersebut adalah hubungan perdagangan dan ekonomi antara Iran dan Suriah.

Namun, untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan meningkatkan tingkat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara memerlukan ketentuan dan beberapa persyaratan oleh kedua belah pihak.

Di antara syarat dan kelaziman yang paling penting adalah pembentukan hubungan perbankan antara kedua negara untuk memungkinkan pertukaran uang oleh para pebisnis, menghilangkan hambatan dan pembatasan ekspor dan impor serta memfasilitasi komunikasi antara pelaku sektor swasta antara kedua negara melalui pameran dan konferensi bisnis bersama.

Menurut Shafiq Deob, Duta Besar Suriah untuk Tehran, hubungan kedua negara kini telah berkembang dan beragam, dan ada prospek untuk memperluas hubungan ini, terutama di bidang ekonomi, sains, teknologi, kesehatan, pariwisata, dan perdagangan, serta dalam segala bidang. Mengingat bidang-bidang ini dan kehadiran kuat sektor swasta dalam pameran dagang Iran di Suriah, diharapkan kesepakatan baru akan dicapai pada proyek-proyek bersama antara kedua negara.

Suriah dan Republik Islam Iran

Hubungan Iran-Suriah telah mengatasi banyak hambatan dan sabotase, dan sekarang bergerak ke arah yang benar dan telah mengambil sifat strategis. Dalam arah ini, seperti halnya Iran yang berpihak pada Suriah dalam perang melawan terorisme, ia juga akan menjadi mitra yang andal dan dapat dipercaya dalam membantu proses rekonstruksi negara ini.

Iran dan Suriah sedang menyusun rencana untuk pengembangan aktif kerja sama ekonomi dan perdagangan untuk melawan sanksi musuh yang menindas, dan mereka pasti dapat "mengambil langkah besar bersama dalam memerangi terorisme ekonomi dan dalam membantu rakyat kedua negara".

Tags