Nov 30, 2021 20:09 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Iran.
    Kementerian Luar Negeri Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menekankan semua aspek kecelakaan pesawat Ukraina telah ditinjau secara cukup selama tiga putaran pembicaraan.

Kemenlu Iran dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30/11/2021), menanggapi laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Ukraina tentang perkara jatuhnya pesawat milik maskapai Ukraina.

"Meski pihak Ukraina enggan untuk membicarakan tentang kerugian yang diderita oleh keluarga korban dan maskapai Ukraina, yang disampaikan pada putaran kedua pembicaraan bilateral, namun koordinasi telah dilakukan untuk memulai negosiasi antara maskapai tersebut dan pemerintah Iran (yang diwakili oleh Pusat Urusan Hukum Internasional) sesegera mungkin dan pembicaraan putaran pertama diadakan pada 30 Juni 2021 dan kontak antara kedua belah pihak masih berlanjut," kata pernyataan itu.

Kementerian menegaskan di bidang pidana dan peradilan, Republik Islam Iran, dengan mempertimbangkan semua aspek hukum dan pidana serta sesuai dengan undang-undang dan hukumnya, mengambil tindakan yang diperlukan di bidang penyelidikan dan penyidikan terhadap para terdakwa melalui Kejaksaan Militer Tehran dan dakwaan telah dikirim ke pengadilan oleh pihak kejaksaan.

"Selain memberikan informasi dan membayar (kompensasi) kepada warga Iran, pemberitahuan juga disampaikan kepada pemerintah Ukraina, Kanada, Afghanistan, dan Swedia, yang beberapa warga mereka termasuk di antara korban. Republik Islam Iran siap untuk membayar (kompensasi) kepada keluarga warga asing yang menjadi korban," tegasnya.

Pada 8 Januari 2020, sebuah pesawat penumpang milik Ukraine International Airlines jatuh di pinggiran Tehran, menewaskan 167 penumpang dan sembilan awaknya.

Sebagian besar penumpang berkewarganegaraan Iran dan 32 penumpang dalam penerbangan itu juga memegang paspor dari lima negara yaitu Afghanistan, Kanada, Ukraina, Inggris, dan Swedia. (RM)

Tags