Des 02, 2021 16:39 Asia/Jakarta
  • IAEA dan Republik Islam Iran
    IAEA dan Republik Islam Iran

Pembicaraan hari ketiga antara Iran dan kelompok 4 + 1 (Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina) yang bertujuan untuk mencabut sanksi diselenggarakan di Wina pada hari Rabu (01/12/2021).

Pada hari ketiga pembicaraan Wina, pertemuan kelompok kerja tentang masalah nuklir diadakan di tingkat ahli dengan partisipasi perwakilan Iran, kelompok 4 + 1 dan Uni Eropa. Pada saat yang sama, perwakilan Republik Islam Iran mengadakan pertemuan ahli dengan para pihak yang bernegosiasi tentang masalah pencabutan sanksi.

Ali Bagheri, Deputi Menlu Iran dan Enrique Mora, Wakil Sekjen Layanan Aksi Eksternal Eropa

Ali Bagheri, Ketua Komite Perundingan Iran, juga bertemu dengan Enrique Mora, Wakil Sekretaris Jenderal Layanan Aksi Eksternal Eropa, dan perwakilan dari tiga negara Eropa anggota Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) untuk membahas peta jalan pembicaraan dan hasil yang dicapai dalam beberapa hari lalu.

Mengambil inisiatif dalam negosiasi khusus, tim perunding Iran telah menekankan bahwa mereka siap untuk melanjutkan negosiasi selama diperlukan dan tidak khawatir tentang negosiasi yang berkepanjangan dengan negara-negara kelompok 4 + 1. Karena tidak tercapai kesepakatan dalam 6 putaran perundingan sebelumnya dan semua naskah periode sebelumnya dapat dirundingkan kembali.

Iran juga menekankan bahwa dua masalah sanksi dan komitmen nuklir tidak boleh menjadi "sandera timbal balik" dan bahwa masalah sanksi, yang muncul dari tindakan AS sebagai pelanggar JCPOA, harus diselesaikan terlebih dahulu.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, "Pembicaraan Wina adalah prioritas serius untuk mencabut sanksi. Jika Barat menunjukkan niat baik, maka kesepakatan yang baik juga bisa dicapai."

Namun, terlepas dari suasana negosiasi yang positif, tampaknya beberapa pihak, di bawah tekanan AS, mencoba untuk memindahkan proses negosiasi ke arah di mana tidak ada kesepakatan akhir yang dapat dicapai. Oleh karena itu, beberapa negosiator meminta agar putaran pembicaraan ini diselesaikan lebih cepat.

Sementara itu, tim Iran telah memasuki negosiasi dengan segala keseriusan dan dengan tuntutan dan proposal khusus, dan tidak akan bersedia mengorbankan tuntutan prinsip dan hak-hak bangsa Iran dengan tenggat waktu atau jadwal yang dibuat-buat.

Pembicaraan hari ketiga antara Iran dan kelompok 4 + 1 (Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina) yang bertujuan untuk mencabut sanksi diselenggarakan di Wina pada hari Rabu (01/12/2021).

Masalah lain yang dapat mempengaruhi proses negosiasi secara negatif adalah perselisihan internal yang terus berlanjut di Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, 25 anggota parlemen dari Partai Republik telah mengirim surat kepada Presiden Demokrat Joe Biden yang mengumumkan bahwa mereka akan menentang pencabutan sanksi terhadap rakyat Iran. Ketika mendapatkan mayoritas di Kongres, mereka akan mengeluarkan undang-undang tekanan maksimum terhadap Iran.

Tidak adanya konsensus dalam kebijakan luar negeri AS, serta sejarah pelanggaran perjanjian internasional, di mana penarikan diri dari perjanjian JCPOA pada tahun 2018 adalah contoh yang jelas, telah meningkatkan ketidakpercayaan dalam proses negosiasi Wina.

Ini adalah salah satu hambatan terpenting untuk mencapai kesepakatan, dan dengan alasan ini, Republik Islam Iran menekankan bahwa pemerintah AS harus memberikan jaminan pasti untuk kembali ke JCPOA. Dengan demikian, jika salah satu pihak menarik diri dari kesepakatan atau tidak melaksanakannya, pihak lain juga dapat mengambil tindakan untuk melawannya.

Jelas, Republik Islam Iran telah memasuki babak baru negosiasi dengan segala keseriusan dan dengan tujuan mencabut sanksi secara efektif. Jika pihak-pihak yang bernegosiasi juga menunjukkan keseriusan dan kemandirian yang diperlukan yang mengarah pada kepercayaan dan jaminan bagi kepentingan Iran, dapat diharapkan akan ada hasil dari negosiasi dan bakal mencapai kesepakatan.

Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

"Pemerintah Iran telah melakukan negosiasi serius untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di Wina adalah pencabutan sanksi. Tentu saja, jika pihak lain memasuki Wina dengan niat yang benar untuk mencabut sanksi, daripada membuang waktu dan membuat alasan, kita dapat mengatakan bahwa negosiasi berada di jalur yang benar," kata Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Tags