Des 03, 2021 20:51 Asia/Jakarta
  • Amir Abdollahian dan Josep Borrell
    Amir Abdollahian dan Josep Borrell

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian di sebuah kontak telepon menilai positif atmosfer perundingan pencabutan sanksi di Wina.

Menurut laporan IRNA, Jumat (3/12/2021) pagi, Josep Borrell di kontak telepon dengan Amir-Abdolllahian membahas proses perundingan Wina.

Ia menyebut penting upaya Jerman, Cina, Rusia, Prancis, Inggris dan khususnya Republik Islam Iran untuk mencapai kesepahaman di Wina. " Saya mendesak Enrique Mora, Sekretaris Jenderal Layanan Tindakan Eksternal Eropa, untuk bekerja secara konstruktif dan aktif dengan Kepala negosiator Iran dan semua delegasi untuk mencapai kesepakatan," kata Borrell.

Perundingan Wina

Sementara itu, Amir-Abdollahian di kontak telepon ini menyebut proses perundingan secara keseluruhan cukup baik, namun lambat. " Delegasi Iran secara aktif hadir di meja perundingan dengan niat baik, otoritas yang diperlukan, dan inisiatif yang dapat dicapai dan berwawasan ke depan," ungkap menlu Iran.

Menlu Iran menekankan, tujuan dari partisipasi kami dalam setiap negosiasi dan tindakan adalah untuk sepenuhnya mengakhiri sanksi yang melanggar JCPOA.

Seraya menekankan komitmen Iran terhadap kerja sama teknis dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Amir-Abdollahian menambahkan, selain perundingan dan pertemuan Ali Bagheri Kani, juru runding senior Iran, para pakar Iran di komite mengakhiri sanksi dan komite nuklir juga tengah terlibat perundingan teknis dengan Kelompok 4+1.

Menlu Iran mengingatkan, meski ada pelanggaran janji Amerika dan sikap Troika Eropa yang tidak menunaikan komitmennya, Republik Islam Iran dengan niat baik hadir di perundingan Wina, dan Barat juga harus menunjukkan prakarsa sejatinya untuk mengakhiri sanksi dan menghentikan pengulangan slogan sebelumnya dan pelanggaran hak serta kepentingan bangsa Iran.

Amir-Abdollahian menambahkan, " Kami percaya bahwa kesepakatan yang baik tersedia, tetapi membutuhkan perubahan pendekatan beberapa pihak dari literatur ancaman ke literatur kerja sama, saling menghormati dan hasil."

Babak baru perundingan Wina untuk mencabut sanksi dan menghidupkan kembali JCPOA digelar mulai Senin (29/11/2021) di Wina dan masih terus berlanjut.

Delegasi Iran di Wina mengajukan dua usulan dalam bentuk dua tema, pencabutan sanksi zalim dan isu nuklir serta menyerahkannya kepada Kelompok 4+1 di perundingan Wina. (MF)

 

Tags