Des 04, 2021 15:46 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 4 Desember 2021

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pertemuan antara Presiden Iran dan Perancis membahas perundingan Wina.

Selain itu tentang Iran dan Azerbaijan bertekad untuk memerluas hubungan bilateral, Borrell dan Amir Abdollahian menilai positif atmosfer perundingan Wina, Iran dan IAEA siap melanjutkan kerja sama, Iran menjawab tuduhan Israel soal serangan drone dari Chabahar, Iran mencapai kemajuan signifikan di bidang helikopter dan UAV, dan atlet badminton Iran meraih medali di Kejuaraan Bahrain.

 

 

Raisi dan Macron Bertukar Pandangan tentang Perundingan Wina

Prancis Emmanuel Macron bertukar pandangan tentang perundingan nuklir Iran dengan kelompok 4+1 di Wina dalam kontak telepon pada Senin (29/11/2021) malam.

Dikutip dari IRNA, pembicaraan itu berlangsung selama 1,5 jam dan kedua pemimpin membahas isu-isu yang terkait dengan hubungan bilateral Iran-Prancis dan masalah perundingan nuklir Wina.

"Iran selalu mematuhi komitmennya terhadap masalah nuklir dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berulang kali mengonfirmasi kepatuhan kami," kata Raisi.

"Pihak-pihak yang melanggar kesepakatan harus ditanya mengapa mereka tidak memenuhi kewajibannya? Kami menegaskan kembali bahwa Iran mematuhi komitmennya," tandasnya.

Mengacu pada perundingan Wina dengan agenda penghapusan sanksi, Presiden Raisi menekankan pengiriman sebuah tim yang lengkap ke Wina membuktikan keseriusan Tehran dalam pembicaraan ini.

Dia meminta Presiden Prancis untuk bekerja dengan negara-negara lain di Wina demi menyukseskan perundingan dan mencabut sanksi terhadap Iran.

Pada kesempatan itu, Presiden Macron mengatakan kami menganggap kesepakatan nuklir JCPOA sebagai tanggung jawab bersama kami.

"Saya selalu mencoba untuk mendorong semua pihak kembali ke kerangka kesepakatan," katanya.

"Saya sudah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden dalam hal ini dan kami bertekad untuk melanjutkan pembicaraan untuk mencapai hasil," ungkap Macron.

Dia menyatakan Prancis ingin melanjutkan pembicaraan dengan Iran untuk membuat kemajuan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

 

 

Iran dan Azerbaijan Bertekad Perluas Hubungan Bilateral

Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan perluasan hubungan dengan Iran di segala bidang pada hari Minggu (28/11/2021).

"Sebagai teman dan saudara, kami bertukar pandangan tentang hubungan Iran-Azerbaijan. Kami memutuskan bahwa mulai sekarang, hubungan Iran-Azerbaijan harus berkembang di semua bidang," kata Aliyev kepada wartawan setelah bertemu Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi di kota Ashgabat, Tukrmenistan.

Delegasi Iran yang dipimpin oleh Presiden Raisi tiba di Turkmenistan pada Sabtu malam untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) di kota Ashgabat.

Dalam pertemuan itu, Presiden Raisi mengatakan pengalaman menunjukkan bahwa negara-negara kawasan selalu mampu menyelesaikan masalah di antara mereka melalui pemahaman dan negosiasi.

Ia menyambut baik usulan Presiden Azerbaijan untuk mempererat hubungan ekonomi kedua negara dan mengembangkan jalur transit, yang melibatkan perusahaan-perusahaan Iran.

"Kedua negara memiliki hubungan sejak dulu dan mengakar dan kami tidak akan pernah membiarkan hubungan ini dipengaruhi oleh musuh," tegas Raisi.

Dia mengungkapkan keprihatinan atas kehadiran pihak asing di kawasan, dan menegaskan terorism Daesh dan Zionis adalah dua faktor yang mengancam kawasan ini dan harus dilawan.

 

Hossein Amir Abdolahian

 

Borrell dan Amir-Abdollahian Sebut Positif Atmosfer Perundingan Wina

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian di sebuah kontak telepon menilai positif atmosfer perundingan pencabutan sanksi di Wina.

Menurut laporan IRNA, Jumat (3/12/2021) pagi, Josep Borrell di kontak telepon dengan Amir-Abdolllahian membahas proses perundingan Wina.

Ia menyebut penting upaya Jerman, Cina, Rusia, Prancis, Inggris dan khususnya Republik Islam Iran untuk mencapai kesepahaman di Wina.

"Saya mendesak Enrique Mora, Sekretaris Jenderal Layanan Tindakan Eksternal Eropa, untuk bekerja secara konstruktif dan aktif dengan Kepala negosiator Iran dan semua delegasi untuk mencapai kesepakatan," kata Borrell.

Sementara itu, Amir-Abdollahian di kontak telepon ini menyebut proses perundingan secara keseluruhan cukup baik, namun lambat.

"Delegasi Iran secara aktif hadir di meja perundingan dengan niat baik, otoritas yang diperlukan, dan inisiatif yang dapat dicapai dan berwawasan ke depan," ungkap menlu Iran.

Menlu Iran menekankan, tujuan dari partisipasi kami dalam setiap negosiasi dan tindakan adalah untuk sepenuhnya mengakhiri sanksi yang melanggar JCPOA.

 

 

Iran dan IAEA Siap Lanjutkan Kerja Sama

Juru runding senior Iran, Ali Bagheri Kani mengatakan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dapat memainkan peran teknis positif di perundingan Iran dan Kelompok 4+1.

“Republik Islam Iran bertekad berpartisipasi aktif dan positif di perundingan untuk mencabut sanksi,” papar Ali Bagher Kani Kamis (2/12/2021) usai bertemu dengan Dirjen IAEA, Rafael Grossi seperti dilaporkan Kantor Berita IRNA.

Kantor perwakilan Iran di organisasi-organisasi internasional di Wina di akun Twitternya menyinggung pertemuan Bagheri Kani dan Grossi dan mengungkapkan bahwa atmosfer pertemuan positif dan konstruktif.

Ditegaskannya, Iran menyatakan minat sejatinya untuk melanjutkan kerja sama dekat dengan IAEA serta interaksi aktif di perundingan Wina.

Sementara itu, Grossi usai pertemuan dengan juru runding senior Iran di akun Twitternya menulis, berlanjutnya kerja sama dengan Iran dalam koridor perundingan JCPOA dan juga isu-isu yang berkaitan dengan aktivitas kedua pihak akan dibahas.

Dirjen IAEA menilai positif dan konstruktif hasil pertemuannya dengan pejabat Iran dan mengatakan, hubungan kedua pihak permanen dan terus berlanjut.

Babak baru perundingan Wina untuk pencabutan sanksi dan menghidupkan kembali JCPOA digelar mulai Senin (29/11/2021) di Austria dan terus berlanjut.

Delegasi Iran di Wina telah mengajukan dua dokumen usulannya dalam bentuk dua isu, pencabutan sanksi zalim dan isu nuklir kepada Kelompok 4+1 di perundingan Wina.

 

Pelabuhan Chabahar

 

Iran Jawab Tuduhan Israel soal Serangan Drone dari Chabahar

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam Iran melakukan semua upaya untuk menjaga keamanan dirinya.

Saeed Khatibzadeh, Senin (29/11/2021) dalam jumpa pers mingguannya ditanya tentang klaim terbaru Menteri Perang rezim Zionis Israel yang menuduh Iran menggunakan pelabuhan Chabahar dan Qeshm untuk melancarkan serangan drone.

Khatibzadeh mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu keamanan Iran, wilayah geografris Teluk Persia, dan sekitarnya."

Jubir Kemenlu Iran juga menyinggung statemen bersama Menlu Inggris dan Israel, dan menuturkan, "Langkah ini membuktikan bahwa sebagian negara  bukan saja tidak serius dalam perundingan, bahkan mereka berusaha menciptakan peluang agar perundingan ini berkepanjangan."

"Selain mendukung hak pasti rakyat Palestina, kami juga mengecam normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel, karena cita-cita Palestina tidak akan pernah dilupakan," pungkasnya.

 

 

Iran Capai Kemajuan Signifikan di Bidang Helikopter dan UAV

Komandan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan capaian angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam kemampuan penting di bidang kekuatan udara, terutama helikopter dan UAV, dan lainnya.

Mayor Jenderal Seyed Abdolrahim Mousavi, Komandan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran di Kerman, Iran selatan pada hari Kamis (2/12/2021) mengatakan, "Angkatan bersenjata Iran telah mencapai kemampuan dan kemajuan yang signifikan dalam bidang alutsista".

"Meskipun tidak semua yang telah dilakukan dapat diperlihatkan kepada semua orang, namun angkatan bersenjata telah membuat kemajuan yang signifikan di bidang alutsista udara, termasuk helikopter UAV, dan lainnya, yang menunjukkan bahwa konsep manajemen jihad di angkatan bersenjata sedang dilaksanakan," ujar Mayjen Mousavi.

Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran menegaskan, "Penggunaan insinyur internal, selain untuk menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda, juga menjadi langkah yang sejalan dengan penerapan instruksi Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam langkah kedua Revolusi Islam yang menekankan penggunaan kaum muda dan spesialis dalam jumlah besar dan penting,".

 

Badminton

 

Atlet Badminton Iran Raih Medali di Kejuaraan Bahrain

Hari ini atlet badminton Iran meraih medali untuk pertama kalinya bagi negara ini di Asian Youth Para Games yang berlangsung di Bahrain.

Pada hari pertama kompetisi putaran keempat Asian Youth Para Games, Shadi Jahanpanah berhasil merebut medali Asia pertama dalam sejarah bulu tangkis di Iran dengan mengalahkan lawannya dari Uni Emirat Arab.

Jahanpanah akan memenangkan medali emas di kelas sl3 jika dia menang menghadapi lawannya dari Tajikistan.

Selain itu, Hamid Reza Darabi, atlet Iran lainnya di bidang ini, berhasil mengalahkan lawannya dari Filipina.

Pemain bulu tangkis Iran berpartisipasi dalam turnamen Para Asia untuk pertama kalinya dengan empat perwakilan (2 wanita dan 2 pria) yaitu: Shadi Jahanpanah dan Sana Bagheri, Hamidreza Darabi dan Mehdi Mousavian.

Iran mengikuti babak keempat even olahraga internasional ini dengan 111 atlet dalam sejumlah cabang olahraga yaitu: badminton, tekwando, sepak bola, angkat besi, renang, tenis meja,dan bola basket kursi roda.(PH)

 

Tags